Internasional

Serangan Taliban Selama Dua Hari Tewaskan 14 Orang

Seorang polisi Afghanistan berada di lokasi bom bunuh diri di Kabul, 4 Juni 2018. (Foto: AFP/AHMAD ZAFAR)

Kabul: Kelompok militan Taliban melancarkan gelombang serangan terhadap pos keamanan Afghanistan di wilayah timur dan selatan selama dua hari sejak Rabu 18 Juli. 

Menurut keterangan otoritas Afghanistan, seperti dikutip dari Dawn, Sabtu 21 Juli 2018, gelombang aksi kekerasan tersebut menewaskan sedikitnya 14 polisi dan melukai 10 lainnya.

Gelombang serangan dilakukan di tengah prospek mengenai adanya dialog damai antara Taliban dengan Amerika Serikat. Selama ini, Taliban selalu menekankan hanya ingin berdialog langsung dengan AS.

Namun AS berkukuh dialog semacam itu harus dipimpin pemerintah Afghanistan.

Terkait gelombang serangan terbaru, Taliban menyerukan para anggotanya untuk tidak menyerang warga sipil. Taliban menegaskan sasaran mereka hanya pasukan keamanan Afghanistan.

Kendati ada instruksi spesifik, warga sipil masih sering menjadi korban jiwa serangan Taliban.

Juni lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut Washington siap "mendukung, memfasilitasi dan berpartisipasi" jika dialog damai dengan Taliban di Afghanistan akhirnya terwujud.

"AS bukan pengganti masyarakat atau pemerintahan Afghanistan," tegas Jenderal John Nicholson, perwira NATO asal AS.

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas pemberontakan Taliban di Afghanistan kian menjadi. Pada 2017, Trump cenderung enggan untuk mengirimkan tambahan ribuan personel militer AS ke Afghanistan.

Akibatnya, pasukan keamanan Afghanistan kewalahan dalam menghadapi Taliban, yang diperburuk banyaknya aksi desersi, pembunuhan dan korupsi.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close