Pemerintahan

Seskab Pramono Anung Resmikan Jembatan Wijaya Kusuma di Kediri

Seskab Pramono Anung didampingi Menteri PUPR, Menhub, dan Bupati Kediri menekan tombol tanda peresmian Jembaran Wijaya Kusuma, di Kabupaten Kediri, Jatim, Selasa (29/5) siang. (Foto: Anggun/Humas)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Selasa (29/5) siang, meresmikan Jembatan Wijaya Kusuma, yang berlokasi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Jembatan yang membentang di atas Sungai Brantas ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Kediri.

“Mudah-mudahan jembatan ini benar-benar bisa mengangkat perekonomian (masyarakat) yang ada di sekitar Kabupaten Kediri, terutama di barat sungai,” kata Seskab dalam sambutannya saat peresmian Jembatan Wijaya Kusuma.

Pembangunan Jembatan Wijaya Kusuma ini, menurut Seskab, membuka isolasi antara daerah barat dan timur Sungai Brantas, yaitu Kecamatan Mojo dan Ngadiluwih.

“Mudah-mudahan daerah barat sungai yang dulu sering terisolasi hasil kebunnya, hasil perdagangannya, hasil pertaniannya itu bisa segera diturunkan karena konsumsinya yang memakai lebih banyak di timur sungai,” ujar Pramono seraya mengungkapkan pembangunan jembatan ini merupakan impiannya sejak masih menjadi anggota legislatif yang mewakili daerah pemilihan Kediri.

Restu Presiden Jokowi

Disampaikan oleh Pramono, pembangunan jembatan ini tidak akan terwujud tanpa adanya persetujuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memang memiliki perhatian khusus terhadap pembangunan infrastruktur dan konektivitas di Indonesia.

“Terima kasih yang paling utama kepada Bapak Presiden, semua ini tidak bisa terwujud tanpa Bapak Presiden memberikan persetujuan untuk membangun jembatan ini,” kata Seskab.

Jembatan Wijaya Kusuma memiliki panjang 180 meter dengan lebar 7 meter dan trotoar seluas masing-masing 1 meter di sisi kiri dan kanannya. Jembatan ini dibangun dengan menggunakan dana APBN sebesar Rp32,7 miliar.

Jembatan yang dimulai pengerjaannya pada Mei tahun lalu ini, tidak hanya menghubungkan daerah di Kediri tetapi juga diharapkan dapat mempermudah akses lingkar Gunung Wilis yang meliputi Kediri, Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek.

Nama jembatan ini sendiri, sebagaimana diungkapkan oleh Seskab, diambil dari nama bunga Wijaya Kusuma, yang disukai oleh ibunya dan kebetulan disukai juga oleh ayah dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

“Mudah-mudah jembatan ini akan menjadi simbol dari rezeki bagi masyarakat yang ada di Kabupaten dan Kota Kediri. Ini doa kita buat almarhum dan almarhumah yang membesarkan kita, mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini bermanfaat bagi kita semua dan juga tentunya bagi para leluhur kita,” ujar Seskab.

Turut hadiri dalam peresmian Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Bupati Kediri Haryanti Sutrisno. (UN/GUN/ES)

Tags

Artikel Terkait

Close
Close