SETARA Institut: Jabatan Wakil Panglima TNI Tak Penting

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Jabatan Wakil Panglima TNI dinilai tidak akan berpengaruh signifikan terhadap keamanan dan ketertiban negara Indonesia. Terlebih saat ini Indonesia tidak sedang dihadapkan ancaman dari luar.

“Sebetulnya kalau kita mau jujur. tidak terlalu signifikan apa sih kepentingan ada wakil panglima TNI apalagi kan dalam masa dunia semacam ini dan Indonesia tidak menghadapi ancaman dari luar (ancaman eksternal) tidak diperlukan juga ada posisi wakil panglima TNI,” kata Wakil Ketua SETARA Institute Bonar Tigor, di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Baca Juga:

Menurut Bonar tantangan bangsa ini malah banyak ancaman dari internal.  “Kalau kita buat semacam buku putih, tantangan pertahanan RI dalam 20 tahun kedepan ini kan semua dari internal, ancaman dari luar tidak penting juga,” katanya.

Namun, sambung Bonar, karena personel yang menumpuk di tingkat perwira, Presiden Jokowi akhirnya tidak dapat memberikan ruang karena mereka hanya perwira non aktif di markas besar saja. “Itu berbahaya juga karena mereka adalah orang orang berkarir profesional mempunyai kepandaian, kalau hanya mengangguk saja akan mencari konfensasi atau kanal lain yang dikhawatirkan,” ungkapnya.

Karena itu, melihat banyaknya non job di mabes TNI, Bonar mengharapkan presiden Jokowi dapat memberikan pelebaran posisi baru sesuai dengan kebutuhan. “Kalau mungkin dihilangkan, tapi beberapa waktu transisi ini saya menduga ada sekitar 5 tahun untuk kemudian struktur personel militer kembali pada yang normal. Karena, ini warisan kekuasaan orde baru di mana peran dwifungsi itu memungkinkan perwira aktif itu menempati posisi sipil,” pungkasnya.

Sekedar mengingatkan, Wakil panglima merupakan koordinator pembinaan kekuatan TNI guna mewujudkan interoperabilitas/Tri Matra Terpadu, yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Panglima. Jabatan Wakil Panglima TNI terakhir muncul pada 20 tahun lalu. Wakil panglima terakhir dijabat oleh Fachrul Razi. Setelah Fachrul purna tugas, Presiden saat itu Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menghapus jabatan wakil panglima TNI. Fachrul sendiri kini menjabat sebagai menteri agama di Kabinet Indonesia Maju.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *