SETARA : Prabowo Menhan Jadi Lonceng Kematian Penuntasan Pelanggaran HAM

Direktur Eksekutif SETARA Institute Ismail Hasani

INDOPOLITIKA.COM – Masuknya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon Menteri Pertahanan disebut makin membenamkan harapan publik. Terutama pada upaya penuntasan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.

Direktur Eksekutif SETARA Institute Ismail Hasani mengatakan, masuknya nama mantan Danjen Kopassus itu merupakan kabar buruk bagi kelangsungan dan masa depan HAM.

Baca Juga:

“Bagi masa depan hak asasi manusia, ini juga lonceng kematian harapan bagi penuntasan pelanggaran HAM masa lalu. Diketahui, PS (Prabowo Subianto) juga Wiranto menurut Komnas HAM diduga mengetahui peristiwa yang terjadi sepanjang transisi politik Indonesia 1998 yang lekat dengan dugaan pelanggaran HAM,” katanya (22/10).

Dia mengatakan, meskipun baru sebatas dugaan keterlibatan pada peristiwa berdarah 1998 silam, Jokowi harusnya menjaga jarak dengan pihak-pihak yang disebut Komnas HAM mengetahui persis peristiwa yang terjadi pada tahun 1998 itu.

“Sekalipun baru dugaan, tetapi sebagai pihak yang mengetahui, semestinya Jokowi menjaga jarak agar kemungkinan penuntasan pelanggaran HAM masa lalu bisa dilakukan,” ujarnya.

Jadi, kata dia, publik harus kembali mengelus dada dengan komitmen Jokowi di bidang HAM. Sebab, penuntasan kasus pelanggaran HAM masa lalu diyakini tidak akan jadi agenda prioritas Jokowi.

“Jika di periode pertama Jokowi rikuh dengan Wiranto, maka di periode kedua Jokowi akan rikuh dengan PS (Prabowo Subianto),” ujarnya.

Meski begitu, dia mengakui bahwa dari sisi politik praktis, masuknya Ketum Gerindra itu merupakan bagian dari rekonsiliasi dan harmonisasi pasca pertarungan sengit di Pilpres kali lalu. Tetapi, secara etik, dibukanya pintu kabinet bagi Prabowo sekaligus menjadi praktik buruk berdemokrasi di Indonesia. (pit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *