Internasional

Setelah 20 Tahun, Polisi Temukan Pelaku Pembunuhan di Belanda

Ilustrasi oleh Medcom

Amsterdam: Polisi akhirnya menemukan pembunuh dan pemerkosa bocah 11 tahun Nicky Verstappen. Jos Brech, si pelaku akhirnya berhasil ditemukan setelah 20 tahun lewat tes DNA massal.
 
Pada Agustus 1998, polisi hanya mengira Jos Brech penasaran ketika mengendarai sepedanya melewati tempat kejadian perkara di sebuah hutan Belanda. Para petugas baru saja menemukan mayat Verstappen yang hilang dalam perjalanan perkemahan musim panas.
 
Brech yang kala itu bertemu polisi mengatakan tidak tahu apa-apa dan akhirnya polisi membiarkan dia lewat. Mereka hanya menanyai namanya dan membiarkannya.
 
Pada Oktober 2017, dilansir dari Washington Post, Selasa 28 Agustus 2018, pihak berwenang melakukan penyelidikan DNA besar-besaran menjelang 20 tahun kematian bocah tersebut. Lebih dari 20 ribu orang diambil DNA-nya, termasuk Brech.
 
Penyelidikan ini dimaksud untuk menangkap pelaku jika polisi beruntung. Dan ternyata Dewi Fortuna berada di pihak polisi kali ini.
 
Ini adalah penelitian DNA terbesar dalam sejarah negara itu. NOS, stasiun televisi Belanda melaporkan, dan lebih dari 14.000 orang setuju untuk secara sukarela menawarkan informasi genetik mereka untuk membantu polisi. Namun tak satu pun di antara mereka yang cocok dengan bukti tertinggal di TKP kala itu.
 
Brech, pada kenyataannya, sempat menghilang pada bulan yang sama saat pengujian dimulai. Polisi semakin curiga terhadap Brech setelah keluarganya melaporkan dia hilang pada April lalu.
 
Mereka mengatakan dia pergi dalam perjalanan mendaki melalui Pegunungan Vosges di Prancis pada Oktober 2017 dan memberi tahu keluarganya bahwa dia akan mematuhi permintaan DNA begitu dia kembali.
 
Brench tidak kembali. Namun pihak berwenang masih menemukan cara untuk merebut DNA-nya.
 
Brech ditangkap pada Senin kemarin atas tuduhan pembunuhan. Polisi membandingkan sampel DNA-nya dengan yang ditemukan pada piyama Verstappen pada tahun 1998, yang mengarahkan mereka untuk secara terbuka mengidentifikasi Brech sebagai tersangka dalam pembunuhan Verstappen di sebuah konferensi pers pekan lalu.
 
Pengumuman itu memunculkan perburuan internasional untuk pria 55 tahun, yang, menurut Europol, menghabiskan banyak waktunya mengajar keterampilan bertahan hidup padang gurun yang disebut 'bush crafting'.
 
"Dia ditangkap di Spanyol pada Senin, di mana polisi percaya dia pergi bersembunyi setelah penyelidikan DNA dimulai. Polisi Spanyol menemukan dia dalam perjalanan untuk memotong kayu di pegunungan," lapor Washington Post.
 
Seorang saksi memberi tahu polisi setelah mengenali fotonya. Dia mendapatkan tempat di 'Daftar Buronan Paling Dicari Eropa'. Dia menunggu ekstradisi dan belum mengajukan pembelaan dalam kasus ini.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close