Si Bulek dalam Sinetron Madun Ditangkap Sat Narkoba Polres Tangsel Karena Ekstasi

  • Whatsapp
Ibnu Rahim "Bulek" dalam sinetron Madun (kiri) dan rekannya mengenakan baju tahanan Polres Tangsel.

INDOPOLITIKA.COM – Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan, mengamankan mantan artis cilik Ibnu Rahim yang berperan sebagai Bulek dalam sinetron Madun. Ia diamankan atas kepemilikan 1,6 gram sabu dan 5 butir ekstasi.

Kasat Narkoba Polres Tangsel Iptu Edy Suprayitno mengatakan, penangkapan terhadap pemain pendukung sinetron Madun dan rekanya itu merupakan pengembangan kasus dari tersangka Bayu Dwi Setiawan yang beberapa minggu sebelumnya sudah diamankan Satres Narkoba Polres Tangsel.

Baca Juga:

“Dari informasi yang didapat dari tersangka Bayu, petugas lantas melakukan penyelidikan intensif sebelum akhirnya menangkap Arif Budianto dan Ibnu Rahimdi pinggir Jalan Jatibaru Raya, Kp Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat,’” jelas Edy, saat gelar rilis perkara di Mapolres Tangsel, Kamis (24/10)

Lanjut Edy, dari tangan dua tersangka ini, polisi mengamankan tiga bungkus plastik klip bening berukuran kecil yang didalamnya berisi kristal putih (narkoba jenis sabu) dengan berat bruto 1,06 gram, lima butir ekstasi dengan logo tengkorak bermerk philip plein (totenkop skull) dan 1 alat konsumsi jenis cangklong berbahan kaca, yang disimpan di dalam tas tersangka Ibnu Rahim.

“Menurut tersangka, narkotika jenis sabu ini didapat dari B (DPO) yang dikuasainya bersama-sama dengan tersangka Arif Budianto sebagai penjemput narkoba ini,” tegas dia.

“Narkoba ini sendiri diambil satu kali oleh Arif Budianto yang mendapatkan upah Rp 100 ribu dan mengkonsumsi narkoba gratis,” jelasnya.

Ibnu Rahim ‘Bulek’ saat masih membintangi sinetron Madun. Foto/net

Sambung Edy, oleh Ibnu Rahim, narkoba ini dipecah menjadi lima paket dan dijual lagi dengan harga Rp 200 ribu. Sementara untuk ekstasi, Ibnu Rahim mendapatkannya dari seseorang yang tidak dikenalnya. Saat itu, Ibnu ditawarkan 20 butir ekstasi dari orang yang tidak dikenal ini.

“Saya ambil 20 butir ini. Saya jual empat butir dengan harga Rp250-300 ribu. Delapan butir ditukar dengan narkotika jenis sabu sebanyak setengah gram dan 3 butir dikonsumsi,” urai Edy.

Atas perbuatanya ini, mereka diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara atau denda Rp 10 miliar, sesuai pasal 114 (1), pasal 112 (1), UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Juncto pasal 55 (1) KHUP.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *