Siang Ini BK DPRD DKI Bahas Dugaan Pelanggaran Etik William ‘Lem Aibon’

  • Whatsapp
Sugiyanto (berbaju putih), warga DKI Jakarta saat melaporkan William Aditya Saarana ke Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta Achmad Nawawi (berkopiah).

INDOPOLITIKA.COM- Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta Achmad Nawawi mengakui telah menerima laporan terkait kasus pelanggaran kode etik yang diduga dilakukan anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana.

William dilaporkan karena mengunggah rencana anggaran lem Aibon Rp 82,8 miliar yang termuat dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) ke media sosial. Yang melaporkan William adalah warga DKI Jakarta bernama Sugiyanto.

Baca Juga:

Sedianya hari ini BK DPRD akan menggelar rapat untuk membahas laporan tersebut.

“Iya betul. Besok (5/11) akan saya rapatkan (di) Badan Kehormatan,” ucap Achmad saat dihubungi Indopolitika.com.

Terkait apa kemungkinan putusan yang akan diambil BK DPRD dalam kasus ini. “Keputusan di tangan pimpinan Dewan. Badan Kehormatan tidak putuskan itu. Hasil rapat diberikan pada pimpinan Dewan,” ucap Achmad.

Seperti diberitakan, kemarin Sugiyanto memperkarakan manuver William ke BK DPRD DKI Jakarta atas dugaan melanggar kode etik karena mengunggah rencana KUA-PPAS ke media sosial.

“Padahal rencana KUA-PPAS itu belum dibahas di forum DPRD atau masih dalam pembahasan dalam rapat-rapat komisi atau rapat Banggar DKI Jakarta,” ujar Sugiyanto Senin (4/11/2019).

Manuver William itu jelas menimbulkan kehebohan publik dan menimbulkan persepsi negatif. Apalagi, lanjut Sugiyanto, William mengadakan konferensi pers soal temuan anggaran tersebut.

“Gubernur Anies Baswedan seolah-olah tidak transparan dan tidak becus dalam mengontrol usulan anggaran KUA-PPAS. Padahal Gubernur Anies Baswedan telah melakukan kontrol dan pengarahan,” kata Sugiyanto.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *