Siap-Siap! Arus Balik Bakal Diketatkan dengan Surat Tes Negatif Covid-19

  • Whatsapp
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito

INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah mengakui kebijakan larangan mudik belum sepenuhnya sempurna diterapkan di lapangan. Seperti diketahui, pemerintah melarang aktivitas mudik Lebaran 2021 sejak 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Meski begitu, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kebijakan larangan mudik akan tetap dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Pemerintah akan lebih mengantisipasi arus balik mudik Lebaran 2021. Salah satu caranya dengan mengetatkan pengecekan surat tes negatif COVID-19 bagi masyarakat yang melakukan mobilisasi.

Berita Lainnya

“Pemerintah akan antisipasi arus balik paska Idul Fitri. Oleh karena itu, pemerintah terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama lintas kementerian dan lembaga dengan pengetatan mobilitas melalui surat tes negatif COVID-19,” kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube BNPB, Rabu (12/5/2021).

Dia menjelaskan, surat tes COVID-19 wajib dimiliki masyarakat yang berlaku 1×24 jam. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh moda transportasi mulai tanggal 18-24 Mei.

“(Surat tes negatif COVID-19) sampelnya diambil dalam kurun waktu 1×24 jam untuk seluruh moda transportasi dari tanggal 18-24 Mei,” imbuhnya.

Selain itu, pemerintah akan melakukan tes acak di sejumlah titik strategis. Hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran COVID-19 yang terjadi selama arus mudik Lebaran berlangsung.

Lebih lanjut, Wiku meminta masyarakat untuk berdoa agar Indonesia segera terbebas dari pandemi COVID-19. Sehingga, pada Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun depan seluruh kegiatan dapat kembali berjalan normal. Dismping berdoa, masyarakat juga diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Saya meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat memanfaatkan waktu yang mustajab ini, untuk berdoa kepada Tuhan, untuk membebaskan Indonesia dari pandemi COVID-19. Sehingga Ramadan dan Idulfitri selanjutnya dapat diselenggarakan secara normal dan tanpa bayang-bayang pandemi COVID-19,” pungkasnya. [rif]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *