AnalisisCapres

Siapa Cawapres Jokowi? Samad Atau JK? Atau Bukan Keduanya?

Indopolitika.com – Merebaknya rumor yang berkembang bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri akan memutuskan pendamping Jokowi pada hari senin ini, telah memunculkan spekulasi luar biasa. Siapa sebenarnya cawapres yang akan diputuskan Megawati untuk menjadi pendamping Jokowi?

Kabar santer yang terdengar di internal PDI Perjuangan, bakal calon pendamping Jokowi itu sudah mengerucut kepada dua nama yaitu Jusuf Kalla (JK) dan Abraham Samad. Dalam sebuah kesempatan sebelum keberangkatan safarinya ke Sulawesi, Jokowi sempat berujar bahwa yang akan mendampinginya adalah orang yang berasal dari lokasi yang akan ditujunya yaitu Makasar. Seperti diketahui, JK dan Abraham Samad sama-sama dari Makasar, karenanya merebak spekulasi bahwa tinggal dua nama tersebut yang digodog PDI Perjuangan.

Direktur Konsep Indonesia (Konsepindo) Research and Consulting, Veri M Arifuzzaman menilai sangat mungkin Abraham Samad menjadi kuda hitam sebagai cawapres Jokowi. “Itu jika memang PDIP merasa perlu melakukan revolusi mental secara sungguh-sungguh,” ujarnya, Minggu, (11/5/2014).

Veri menekankan, walaupun banyak diperdebatkan mengenai apa yang dimaksud revolusi mental itu, tetapi ciri yang paling utama seharusnya adalah memutus diri dari masa lalu, maksudnya segala keburukan dan tetek-bengek kelemahan sesuatu di masa lalu. “Samad itu orang baru, sementara JK sangat kawakan, bahkan dia aktor tiga zaman,” kelakarnya.

Veri mengamini apa yang disampaikan Burhanuddin Muhtadi tentang penilaianya kepada Abraham Samad sebagai penegak hukum yang bisa melengkapi kekurangan Jokowi. “Burhan mengatakan Jokowi dan Samad sifatnya komplementer, keduanya bisa saling melengkapi satu sama lain. Saya mengamini pernyataan ini,” kata Veri lagi.

Akan tetapi, lanjut Veri, jika PDI Perjuangan pada akhirnya memutuskan menunjuk Jusuf Kalla¬† sebagai Cawapres Jokowi, berarti sangat mungkin akan ada kerjasama dengan Golkar. “Bagaimanapun JK itu Golkar, mantan Ketum Golkar, masih Golkar dan akan Golkar terus,” imbuhnya.

Veri tidak mau berandai-andai terlalu jauh, menurut pria berkacamata ini, politik itu dinamis, cawapres Jokowi bisa saja bukan Abraham Samad atau JK.

“Saya kira tim PDI Perjuangan sudah punya nama di kantongnya, bisa jadi salah satu dari kedua nama itu, atau malah yang lain,” tutup Veri.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close