Pemilu

Sidang Sengketa Pilpres 2019, MK Akan Bacakan Putusan pada 28 Juni

Indopolitika.com,JAKARTA–Mahkamah Konstitusi (MK) telah menyelesaikan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 dengan agenda pemeriksaan saksi dan ahli dari tiga pihak, yakni Prabowo-Sandi sebagai pemohon, KPU sebagai termohon, dan Jokowi-Ma’ruf sebagai pihak terkait.

MK mengapresiasi para pihak yang tetap mampu menjaga suasana kekeluargaan meski adanya perdebatan. “Saya terus terang terharu dan terima kasih suasana persidangan yang luar biasa, ditonton seluruh rakyat Indonesia, bagaimana kekeluargaan terbentuk meski ada perdebatan luar biasa,” kata Ketua MK Anwar Usman di ruang sidang MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (21/6).

“Agenda selanjutnya nanti akan diberitahu kepaniteraan melalui surat yaitu pengucapan putusan,” sambungnya.

Anwar menyampaikan, setelah sidang ini, sembilan hakim MK akan menggelar Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH). RPH tersebut dijadwalkan pada 24 hingga 27 Juni. Nantinya, MK akan merumuskan putusan apakah menerima atau menolak gugatan Prabowo-Sandi, yang direncanakan akan dibacakan pada Jumat (28/6) mendatang.

“Insya Allah selesai sidang ini apa yang terjadi dalam ruangan ini akan kami bahas (dalam RPH). Setelah sidang ditutup kami akan RPH, kami akan berdebat,” jelasnya.

Dalam persidangan, Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra menyebut, sidang sengketa Pilpres 2019 yang mendengarkan keterangan ahli hari ini menjadi pertarungan para alumni Universitas Gajah Mada (UGM).

Pertarungan itu, kata Saldi, terlihat dari perdebatan yang terjadi antara ahli yang dihadirkan tim hukum Jokowi-Ma’ruf dengan tim hukum Prabowo-Sandi yang didominasi para alumni UGM.

“Jadi ini pertarungan para alumni UGM. Saya khawatir di dalam ini aja mereka bertengkar, tapi di luarnya akur-akur lagi. Jadi agak repot kalau begitu sebetulnya,” kata Saldi sebelum mengajukan pertanyaan kepada ahli dari tim hukum Jokowi-Ma’ruf.

Saldi menyebut sidang lanjutan sengketa Pilpres 2019 di MK hari ini menjadi panggung bagi alumni-alumni UGM. Setidaknya, lanjut Saldi, ada enam alumni UGM yang hadir di tengah persidangan.

“Kalau kita lihat perdebatan tadi sepertinya kaya perdebatan panggung orang-orang UGM sebetulnya,” ucap Saldi.

Saldi kemudian menyebut lima nama yang terlibat dalam perdebatan antara lain, ahli hukum pidana Edward Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej, Denny Indrayana, Heru Widodo, Iwan Satriawan, serta Lutfhi Yazid.

“Dari lima orang yang berdebat tadi itu, induknya semua yang mengajari orang ini nakal Lutfhi Yazid. Ada Profesor Enny (Hakim MK Enny Nurbaningsih), itu yang keenam,” tukas Saldi. (jpc)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close