Partai Politik

Sikap Partai Islam Menggalang Koalisi Masih Samar

Ketua Umum PP Muhamaddiyah Din Syamsuddin mengatakan suara partai Islam sangat signifikan dan berpengaruh dalam pemilihan presiden. Namun ia melihat sikap partai Islam menggalang koalisi masih samar.

“Saya mengingatkan peristiwa 2009 di mana koalisi partai Islam hanya dapat cek kosong,” tegasnya pada diskusi Populi Center “Membaca Arah Politik Islam” di Jakarta, Sabtu 19 April 2014.

Din, menjelaskan saat itu koalisi partai Islam dengan Partai Demokrat sudah sangat tepat. Suara partai Islam mampu mendorong SBY menjadi presiden. Namun sikap koalisi Islam kala itu tidak jelas hingga hanya mendapat cek kosong.

“Sebenarnya waktu itu sangat strategis. Partai Islam bisa mendorong minimal satu cawapres. Tapi itu tidak terjadi. Karena koalisi tidak bisa mendorong ini,” ungkapnya.

Kondisi saat ini menurutnya mirip dengan peristiwa lima tahun lalu. Dia berharap agar koalisi partai Islam tidak terjebak masa lalu dan tidak mempunyai posisi tawar.

“Partai Islam harus memikirkan itu. Ini juga harus didorong oleh ormas Islam untuk menentukan sikap partai Islam. Ini momen yang tepat setelah selama ini tidak ada figur dari partai Islam,” paparnya.

Namun ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat ini juga mengingatkan agar koalisi yang dibangun janganlah sempit dan primodial. Proses kebangsaan dan membangun negara tidak bisa dengan prinsip primordial.

“Yang terpenting eksistensi dan sentuhan Islam pada proses membangun bangsa harus tetap terlihat. Koalisi harus mematangkan ini dengan menyiapkannya dari sekarang,” ungkapnya. (vvn/ip/pol))

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close