Sikapi Pengangkatan Fachrul Razi Sebagai Menag, Kiai-Kiai NU Terbelah?

  • Whatsapp
Menteri Agama Fachrul Razi saat sertijab dengan Lukman Hakim Saifuddin

INDOPOLITIKA.COM- Warga nahdlyin- sebutan bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), agaknya terbelah dalam menyikapi pengangkatan Jenderal (Purn) Fachrul Razi menjadi Menteri Agama.

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Robikin Emhas beberapa hari lalu mengungkapkan, ia banyak menerima protes dari banyak kiai di berbagai daerah terkait penempatan Fachrul Razi sebagai Menag lantaran dinilai bukan dari unsur kiai, bahkan bukan dari kalangan nahdlyin.

Baca Juga:

Dalam beberapa hari ini banyak pengasuh ponpes di daerah-daerah tetiba meminta agar polemik Fachrul Reza dihentikan. Tengok saja, seperti pernyataan yang dikeluarkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien, Kediri, Jawa Timur, KH Anwar Iskandar. Ia meminta agar warga nahdlyin menghentikan polemik Fachrul Razi.

“Menteri itu disesuaikan dengan tupoksi. Pejabat disesuaikan dengan tupoksi. Tugas berat sekarang ini seperti yang dikatakan Presiden, bentengi negara ini dari radikalisme,” kata Anwar Iskandar alias Gus War di Kediri, Jawa Timur, Minggu (27/10/2019).

Dia mengatakan, dalam mengatasi radikalisme dibutuhkan prinsip the right man on the right place. Sosok menteri agama sekarang ini berlatar belakang seorang tentara, yang diyakini memiliki nasionalisme dan pemahaman politik yang kuat.

“Walaupun tidak berbasis pendidikan agama tapi punya pemahaman yang cukup tentang politik dan strategi selamatkan negara. Itu penting,” kata dia.

Ia menambahkan, jika ada kekurangan dari figur Fachrul Razi saat ini bisa dibantu oleh wakilnya termasuk dirjen yang bertugas. Nantinya, dari kementerian agama juga bisa merangkul tokoh agama, kiai, maupun ulama untuk ikut memerangi radikalisme yang sekarang ini sudah merebak.

Gus War menilai, sistem negara yang sudah dirumuskan oleh pendiri bangsa sudah tepat. Negara ini negara bangsa, bukan negara agama, katanya.

“Jadi tidak akan terpengaruh oleh paham yang bertentangan seperti radikalisme, liberalisme, komunisme,” tambah Gus War.

Seperti diketahui, sebelumnya Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar NU (PBNU) KH Robikin Emhas mengungkapkan, ia banyak menerima protes dari banyak kiai di berbagai daerah yang kecewa dengan keputusan Presiden Jokowi menempatkan Fachrul Razi sebagai Menag.

“Saya dan pengurus lainnya banyak mendapat pertanyaan terkait menteri agama. Selain pertanyaan, banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes,” kata Robikin dalam keterangan tertulis, Rabu (23/10/2019).

Menurut Robikin, para kiai paham bahwa Kemeterian Agama harus berada di garda depan dalam mengatasi radikalisme berbasis agama. Sayangnya, pemilihan pemimpin Kemenag tak sesuai dengan yang diharapkan untuk membentengi NKRI dari ajaran radikalisme.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *