Sikapi Rencana Aksi 22 Mei, Haedar Nashir Imbau Hindari Pengerahan Massa

  • Whatsapp
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr Haedar Nashir menanggapi kabar yang berhembus akan adanya pengerahan massa atau poeple power dan aksi saat rekapitulasi hasil Pemilihan Umum (Pemilu) Rabu (22/5) mendatang. Haedar menghimbau agar dihindari.

“Pengerahan massa sebaiknya dikurangi di bulan Ramadhan. Demo boleh, tapi harus mengikuti aturan dan tidak boleh anarki,” ujarnya usai memberikan ceramah pada Kajian Ramadhan 1440 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Dome UMM, Sabtu (18/5/19).

Baca Juga:

Muhammadiyah juga mengingatkan agar Pemilu tidak membuat masyarakat retak sebagai bangsa yang sesungguhnya menjadi kekuatan dan sumbangan umat Islam dalam menjadikan bangsa yang Bhinneka Tunggal Ika. Umat Islam Indonesia sejatinya menjadi penyangga terdepan dalam bangunan persatuan Indonesia.

“Ketika ingin politik nilai, kita berhadapan dengan politik yang pragmatis oportunistik, atau disebut jahiliyah dalam makna ketertinggalan secara value,” ungkapnya. Dinamika kebangsaan inilah yang disebut Haedar melatarbelakangi tema Kajian Ramadhan kali ini.

“Tema ini diangkat di tengah dinamika kebangsaan setelah 73 tahun merdeka. Pemilu itu normal setiap lima tahun sekali, berulang tetap. Tapi, membangun bangsa dan negara tidak boleh berhenti. Itu spirit Muhammadiyah,” ujarnya (pwmu/ind)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *