INDOPOLITIKA.COM – Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan siklon tropis Freddy telah menjauh dari perairan Indonesia. Namun gelombang tinggi masih menghantui bagian pesisir.

“Diperkirakan intensitas Siklon Tropis FREDDY menurun dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah barat menjauhi wilayah Indonesia,” ujar BMKG dalam keterangannya, Selasa (14/2).

Sebelumnya, berdasarkan analisis BMKG, Senin (13/2) pukul 07.00 WIB, posisi arah gerak kekuatan tekanan berada di Samudera Hindia Barat Daya Bengkulu, 15.1LS, 96.9BT, atau sekitar 1383 kilometer sebelah selatan barat daya Bengkulu.

Kemudian pada Selasa (14/2) pukul 07.00 WIB posisi siklon berada di Samudera Hindia Barat Daya Bengkulu, 15.2LS, 92.8BT, atau sekitar 1640 kilometer sebelah barat daya Bengkulu.

Di samping itu BMKG menjelaskan siklon tropis Freddy memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia dalam 24 jam ke depan berupa gelombang tinggi 1,25 hingga 4 meter.

Di Perairan Bengkulu, Teluk Lampung bagian selatan tinggi gelombang mencapai 1.25 – 2.5 meter.

Sedangkan di Perairan barat Kepulauan Mentawai, Perairan Timur Pulau Enggano hingga Barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, Perairan selatan Banten hingga Pulau Sumba, dan Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT, tinggi Gelombang bisa mencapai 2.5 – 4.0 meter.

Sebelumnya, BMKG memperkirakan siklon tropis Freddy akan berdampak kepada curah hujan yang lebih tinggi di selatan Jawa. “Untuk saat ini, karena ada pengaruh tidak langsung dari siklon Freddy di selatan Jawa, curah hujan dan angin kencang dari biasanya,” kata Kepala Seksi Pusat Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG, Hadi Saputra seperti dikutip dari Antara.(red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com