Sindiran Sudjiwo Tedjo: Gelar Doktor HC Pantas Diberikan ke Muadzin Masjid, Cak Imin: Asemmm

  • Whatsapp
Budayawan Sudjiwo Tedjo

INDOPOLITIKA.COM – Budayawan Sudjiwo Tedjo melontarkan sindiran keras kepada universitas di Indonesia, yang begitu gampangnya memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada tokoh tertentu, meskipun kiprahnya tidak terlihat.

Budayawan humoris ini bahkan menganggap, ada orang-orang biasa dikalangan masyarakat, yang lebih pantas mendapatkan gelar tersebut. Meskipun tidak berharta misalnya, tapi dedikasinya jauh lebih nyata dan terlihat manfaatnya di masyarakat.

Berita Lainnya

“Saya mengusulkan supaya terkesan adil Universitas perlu juga memberi gelar Doktor Honoris Causa kepada pihak-pihak yang tidak berkuasa dan tidak berharta, tetapi berdedikasi tinggi pada suatu bidang kehidupan,” cuitnya melalui akun twitternya, @sudjiwotedjo, dikutip indopolitika.com, Sabtu, (15/2/2020).

Menurut dia, sesekali hal semacam itu perlu juga dipertimbangkan pihak kampus. Meskipun, kata dia, tidak menguntungkan bagi pihak universitas. “Ndak apa-apa andai ini nda guntungin apa-apa bagi civitas akademika, yang penting ada kesan adil,” cuitnya lagi.

Karenanya, diapun mengusulkan gelar doktor honoris causa diberikan kepada muadzin masjid kecil di Rancakendal, Bandung yang sudah puluhan tahun berdedikasi Adzan Subuh. “Dari suaranya, kek nya beliau udah sepuh. Doktor HC bidang humaniora,” usulnya.

Meski tidak yakin ada universitas yang bersedia, namun perlu juga menjadi atensi dari pihak akademisi. “Gimana UGM, ITB, Unair dan lain-lain,” tanyanya.

Tak pelak, komentar sosok yang kerap disapa warganet mbah itupun menuai dukungan. Bahkan Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, ikut nimbrung mengomentari cuitan tersebut. “Asemm, Ayo Melok Aku Cuk,” balas Cak sosok yang akrab disapa Cak Imin ini.

Akun@Beebayu1 misalnya. “Anda pasti malu ya mbah, sebagai budayawan yang banyak karya tapi tidak ada yang kasih gelar doktor budaya? sedang yang tidak punya karya dapat gelar doktor fungu….hahaha, jangan bangga dengan pemberian gelar dari civitas yang gelar di Rp in. Saya rakyat netizen yang akan kasih Anda gelar profesor,” seloroh akun tersebut.

“Mulai hari ini, tanggal 15 Februari 2020 kita nyatakan kukuhkan Profesor Sudjiwo Tedjo dibidang budayawan,” cuitnya meminta persetujuan warganet lainnya.

Sementara akun @dkillsoak mengatakan, kalau cuman gelar seperti tidak perlu juga. “Enggak perlu Mbah, toh beliau-beliau yang berdedikasi tinggi itu udah jelas lebih tinggi dari gelar itu apalagi kalau cuman buat kesan-kesan aja ndak mampu apalagi yang beneran hehehe,” cuitnya.

“Sekalian Mbah kepada orang-orang yang tidak berkuasa dan berharta tetapi tidak pernah mengeluh terhadap hidupnya Memberikan motivasi kepada pihak-pihak mengeluh dan memberikan ide solusi bagi pihak-pihak yang dikeluhkesahkan,” usul akun@idmarzhall.

“Jadi ingat seorang bapak di Wonogiri yang menghutangkan lahan tandus Mungkin dia salah satu orang yang patut dapat gelar tersebut dan banyak lain di luar sana,” kata akun@rheykell.

Meski sindiran Sudjiwo Tedjo tidak ditujukan kepada pihak manapun, namun diketahui Ketua DPR Puan Maharani mendapat gelar doktor Honoris Causa dari Universitas Diponegoro, Semarang, Jumat (14/2).

Puan mengaku bangga mendapat gelar doktor honoris causa lantaran dia bukan sosok ilmuwan, melainkan politisi yang diwarisi ilmu berpolitik dari keluarga.

“Ini suatu kebanggaan bagi saya, sebab saya bukanlah seorang ilmuwan yang dibekali segudang pengetahuan. Tetapi hanyalah politik yang diberikan oleh keluarga saya,” kata Puan Maharani dalam sambutannya di Universitas Diponegoro, Jumat (14/2).

Dia mendapat gelar doktor honoris causa bidang kebudayaan dan kebijakan pembangunan manusia. Pemberian gelar tersebut cukup lama karena kajian mengenai kebudayaan nasional sejak masih jadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

“Selama berdiri 63 tahun, baru 13 orang yang terima doktor honoris causa. Meski sekarang sudah ketua DPR, ini sebuah hal membahagiakan buat saya. Karena jasa anak bangsa bisa mendapat apresiasi,” jelasnya.[asa]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *