Siswi Korban Perundungan di Purworejo Alami Trauma

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) inisial C yang menjadi korban perundungan temannya mengalami trauma. Hal tersebut diketahui setelah polisi dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Kabupaten Purworejo melakukan pemerisaan kejiwaan siswi tersebut.

“Memang ada trauma yang timbul akibat kejadian itu,” kata Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito.

Bacaan Lainnya

Rizal mengatakan, setelah mendapatkan informasi tentang adanya perundungan yang dilakukan oleh tiga orang siswa terhadap satu orang siswi di salah satu sekolah yang ada di Purworejo, beberapa waktu lalu, pihaknya bersama bupati langsung turun tangan untuk melihat keadaan korban.

Setelah bertemu, korban terlihat dalam keadaan trauma.Kemudian, untuk menghilangkan rasa trauma, pihaknya melakukan upaya trauma healing (penyembuhan trauma) kepada korban.

“Kami sudah lakukan trauma healing kemarin. Bupati juga langsung turun agar traumanya hilang,” ujar dia.

Dengan adanya kejadian seperti ini, Rizal meminta kepada seluruh siswa dan siswi di Kabupaten Purworejo agar tidak lagi melakukan perundungan kepada siapapun. Kemudian, ia pun akan melakukan sosialisasi kepada tiap-tiap sekolah mengenai bahayanya perundungan.

“Kami berkoordinasi dengan pihak sekolah supaya tidak melakukan perundungan Kami juga memberikan contohnya. Kami ingin menimbulkan deterrence effect agar siswa yang lain tidak melakukan hal serupa,” ujar dia.

Setelah kejadian ini, ia berharap tidak ada lagi siswa maupun siswi yang mengalami trauma akibat perundungan.

Sebelumnya, dalam video yang beredar dan sempat viral di media sosial, terlihat seorang siswi Sekolah Menengah Pertama atau SMP di Purworejo mendapatkan penganiayaan oleh tiga teman laki-lakinya.

Siswi SMP itu bahkan ditendang berkali-kali. Seorang netizen kemudian melaporkan aksi persekusi itu kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui Twitter.

Ganjar kemudian merespons dengan menanyakan lokasi dan tanggal kejadian. Dalam waktu kurang dari dua jam, Ganjar menelepon kepala sekolah, bupati dan beberapa pihak terkait dengan kasus ini.

Dia pun mengatakan kepolisian sudah menerima laporan tentang persekusi di Purworejo tersebut.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *