DPRParlemen

SKK Migas Dinilai Perlu Buat Terobosan Baru untuk Pikat Investor

Indopolitika.com – SKK Migas harus mempunyai terobosan baru, agar dapat menarik para investor asing masuk menanamkan modalnya di dalam negeri. Tanpa adanya terobosan baru, maka sulit bagi SKK Migas untuk bisa menaikkan produksi dan meraih keuntungan yang lebih besar bagi pemasukkan devisa negara.

Hal tersebut ditegaskan anggota Komisi VII DPR, Fadel Muhammad, dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR dengan Kepala SKK Migas dan 10 KKKS di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

“Komisi VII melihat, saat ini dalam bidang lingkungan oil and gas, kita tidak mempunyai suatu pemikiran baru untuk membuat sebuah terobosan ke depan. Kita perlu berpikir, bagaimana menaikkan (hasil) produksi, supaya ada pendapatan dan keuntungan dari sektor ini bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini para investor masih belum  tertarik melihat yang sedang SKK Migas kerjakan.

“Saya berpendapat, kita musti berani mengambil langkah (baru). Misalkan, ada investor yang akan masuk, pada fase eksplorasi, kita harus jelaskan bahwa mereka bergerak seperti (layaknya) jalan tol. Jangan kita hambat dengan berbagai ketentuan dan pungutan. Ketika mereka mulai produksi barulah, kita berpikir untuk membuat sesuatu untuk dia. Kita harapkan dari SKK Migas, keluar pikiran dan terobosan yang baru tidak hanya sekadar mengelola saja,” ujarnya.

Menurutnya, uang negara yang telah dikeluarkan sangat besar. Kepala SKK Migas dan jajarannya dibayar oleh negara, agar bisa menaikkan produksi sektor migas supaya rakyat dan negara bisa memiliki pendapatan.

“Tanpa ada terobosan apa-apa, maka tidak ada gunanya. Tanpa ada  terobosan dan inovasi yang besar, kita hanya duduk (rapat) di sini dengan hasil yang sama. Komisi VII siap membantu SKK Migas, karena kami yang mengatur kebijakan. Kita bertugas bersama-sama untuk memajukan bangsa dan negara ini,” pungkasnya.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close