PilpresPolitik

Soal Arahan ‘Berantem’ Jokowi, Pengamat: Jokowi Sebaiknya Berhati-Hati Berkomentar Jika Tidak Ingin Blunder

Pidato Politik Presiden Jokowi saat menghadiri Rapat Umum Relawan di SICC Sentul, Bogor, Sabtu (4/8) lalu terkait kata ‘berantem’ terus menuai polemik.

Tidak sedikit yang menyebut pidato tersebut merupakan blunder yang bisa menggerus elektabilitasnya di Pilpres 2019. Lebih parahnya kalau terus berulang, blunder diksi itu akan membunuh diri sendiri di Pilpres 2019 nanti.

Terkait dengan polemik pidato tersebut, Pengamat politik dari kantor konsultan politik Konsepindo Research and Consulting, Veri Muhlis Ariefuzzaman menyatakan sebaiknya Jokowi berhati-hati dalam komentar apalagi memberi pernyataan politik jika tidak ingin menjadi blunder. Veri menegaskan, saat ini Jokowi dari semua aspek diatas angin. Apalagi jika lawan tandingnya di pilpres masih Prabowo.

“Ini sebenarnya dengan gerakan diam tapi menghanyutkan saja potensi menangnya tinggi,” kata Veri, Selasa (7/8).

Memang jika Prabowo berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan ada tambahan kekuatan tetapi potensinya belum menggelegar.

“Jadi sangat mungkin Jokowi kalah karena blunder-blunder yang dilakukannya atau oleh parpol pengusung dan timnya,” paparnya.

Menurut Veri, kedepan Jokowi dan tim pendukungnya perlu menata komunikasi publik. Ia berharap pernyataan-pernyataan kontroversial tersebut tidak terulang kembali termasuk dari pendukung atau tim suksesnya.

“Jika tidak mau kalah, pernyataan seperti siap berantem itu memang tidak elok keluar dari mulut Jokowi dan sebaiknya tidak terulang,” pungkasnya. (ind)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close