INDOPOLITIKA – Pernyataan Kepala BNPB Letjen Suharyanto yang sempat menyebut bencana banjir bandang dan longsor Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hanya ramai di media sosial, sempat viral.

Bahkan Hakim MK Saldi Isra menyindir keras pernyataan Kepala BNPB Letjen Suharyanto ini. Saldi Isra tidak menyebut secara eksplisit nama Suharyanto. Meski begitu, ia menyayangkan pernyataan seperti itu keluar di tengah masa sulit.

“Ini saya ini sebetulnya agak merasa sedih juga pernyataan seorang perwira tinggi soal bencana di Sumatera Barat itu,” kata Saldi yang merupakan putra asli Padang ini.

Klarifikasi Kepala BNPB

Sadar pernyataannya menimbulkan polemic, Kepala BNPB Letjen Suharyanto  pun buka suara. Kepada seluruh masyarakat Indonesia, ia menyampaikan permohonan maaf.

Suharyanto mengatakan, dirinya menyesal. Ia pun menjelaskan pernyataannya yang menyebut banjir Sumatera hanya ramai di medsos harus dilihat secara utuh.

“Saya menyesal dan meminta maaf, pernyataan saya secara lengkap sebetulnya tadinya hanya berkaitan dengan kondisi Tapanuli Utara yang saat saya datang sejak hari pertama bencana di lapangan untuk Tarutung, Silangit dan sekitarnya tidak separah Tapanuli Tengah dan Sibolga, untuk menenangkan masyarakat di sana, tapi redaksinya keliru, saya siap salah,” kata Suharyanto kepada wartawan, Jumat (5/12).

Eks Pangdam V/Brawijaya ini menegaskan, penjelasannya bukan untuk membela diri. Dari lubuk hati paling dalam, ia memastikan tidak pernah ada niatan meremehkan bencana yang terjadi di Sumatera.

Berikut Pernyataan Lengkap Suharyanto:

“Saya menyesal dan meminta maaf, pernyataan saya secara lengkap sebetulnya tadinya hanya berkaitan dengan Kondisi Tapanuli Utara yang saat saya datang sejak hari pertama bencana di lapangan untuk Tarutung, Silangit dan sekitarnya tidak separah Tapanuli Tengah dan Sibolga, untuk menenangkan masyarakat di sana, tapi redaksinya keliru, saya siap salah…

Saya tidak membela diri tapi demi Allah tidak sedikitpun di hati, pikiran dan tindakan saya yang meremehkan bencana ini, sejak awal saya tidak keluar dari 3 provinsi ini, dan mengerahkan kekuatan penuh BNPB baik personel, materiil dan segala sumber daya yang dimiliki.

Saya bekerja saja di lapangan sekuat tenaga agar jangan blunder lagi untuk pemberitaan ke media saya minta Kapusdatin dan beberapa unsur pengarah BNPB yang menyampaikan…

Mungkin itu, mudah-mudahan seiring berjalannya waktu kami bisa menunjukkan Dharma Bhakti kami yang terbaik baik bagi masyarakat Aceh, Sumut, Sumbar yang saat ini menderita dan tentu bagi seluruh rakyat Indonesia,” demikian dia. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com