Soal ‘Kerajaan Angling Dharma’ Banten, Polisi dan TNI Turun Tangan, Begini Hasilnya

  • Whatsapp
Aparat mendatangi lokasi 'kerjaan angling dharma' banten.

INDOPOLITIKA.COM – Munculnya “Kerajaan Angling Darma” di Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, beberapa waktu lalu sempat menghebohkan. Untuk mengecek kebenaran kerajaan tersebut, aparat kepolisian dan TNI pun turun tangan.

Pada Kamis, (23/9/2021), aparat Polres Pandeglang, TNI dan Pemkab Pandeglang  melakukan klarifikasi tentang munculnya raja dan kerajaan Angling Dharma. Mereka mendatangi lokasi ‘kerajaan’ tersebut.

Berita Lainnya

Aparat bertemu dengan Amar Santomy alias Suman, perwakilan dari keluarga Baginda Jamaludin Firdaus atau Cecep Jamaludin Firdaus di salah satu rumah makan yang tak jauh dari Kantor Kecamatan Mandalawangi. Dalam kesempatan itu, Amar Santomy menyatakan Angling Darma bukanlah kerajaan.

“Bahwa Angling Darma bukan sebuah Kerajaan dan Baginda Iskandar Jamaludin Firdaus sendiri tidak pernah menobatkan dirinya sebagai seorang Raja,” kata Suman yang kerap dipanggil Aki Jamil, dilansir dari Satelit News, Jumat, (24/9/2021).

Katanya lagi, kegiatan Baginda Iskandar Jamaludin Firdaus selama ini tidak pernah bertentangan baik secara agama maupun dengan pihak Pemerintah maupun dengan masyarakat sekitarnya.

“Adapun soal singgasana, dan pernak pernik dan aksesorisnya merupakan siloka. Bahwa selama ini beliau selalu membantu masyarakat yang kurang mampu baik itu santunan maupun bedah rumah,” jelasnya.

Kapolres Pandeglang, AKBP Belny Warlansyah menegaskan tidak ada kerajaan Anggling Darma di Mandalawangi dan Jamaludin Firdaus bukanlah “raja” yang saat ini sedang diperbincangkan.

“Tidak ada Kerajaan Angling Darma akan tetapi yang bernama Sultoni Jamaludin Firdaus itu senang dengan benda-benda atau barang-karang Kerajaan, sehingga di rumahnya pun banyak benda-benda kerajaan. Jamaludin Firdaus selama ini tidak meresahkan warga sekitar dan tidak menobatkan sebagai raja,” jelasnya.

Maka dari itulah dia, mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kondusifitas daerah. “Kami imbau masyarakat jangan sampai terpengaruh isu-isu negatif yang berkembang,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Kabupaten Pandeglang digegerkan dengan adanya kemunculan Kerajaan Angling Dharma di Kampung Salangari, RT 002/Rw 001, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Kemunculan kerajaan itu bermula dari ramainya informasi tentang sosok “Raja” yang bernama Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus.

Dia telah membangun rumah warga di Kecamatan Pagelaran dan kecamatan lainnya yang tersebar di Kabupaten Pandeglang.

Salah seorang Ajudan Baginda Raja, Aki Jamil mengungkapkan, bahwa sosok baginda “Raja” merupakan salah satu titisan dari kesultanan Banten. “Keturunan Sultan Hasanudin Banten. Simbol Angling Dharma pernah ada kerajaan raja adil dan bijaksana,”ujar Aki Jamil.

Dia menyatakan kerajaan Angling Darma melakukan berbagai kegiatan sosial, Mulai dari santunan yatim dan janda hingga bedar rumah yang dilakukan sejak tahun 2017 lalu. Hingga saat ini, sudah 35 rumah warga yang direnovasi. [asa]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *