Soal Mudik, Pemerintah Dinilai Plin Plan Tak Sejalan dengan Kata dan Perbuatan

  • Whatsapp
Politisi Partai Demokrat, Irwan

INDOPOLITIKA.COM – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Irwan merasa aneh dengan sikap pemerintah yang melakukan relaksasi trasportasi. Hal ini menunjukan bahwa pemerintah dalam tangani Covid-19 tidak terlalu fokus penyelamatan manusia, melainkan lebih mementingkan perekonomian.

“Jadi relaksasi tranportasi yang dilakukan pemerintah tadi juga sudah disampaikan (Kemenhub) alasannya juga untuk penyelamatan ekonomi republik,” kata Irwan saat rapat virtual dengan Kemenhub di Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Bacaan Lainnya

Kebijakan ini juga, kata Anggota Komisi V DPR RI tak sejalan dengan pidato Presiden Jokowi terkait larangan mudik lebaran tahun ini.

“Ini kita mau apa sih ini? Presiden jelas pidato khusus larang mudik tapi kemudian berubah-ubah dalam tataran di lapangan. Ini buat kebingungan di daerah. Di daerah semangat memutus mata rantai Covid-19 sampai jalan tikus ditutup tapi hari ini kita dipertontonkan lagi bagaimana tanggung jawab pemerintah pada penanganan Covid-19 tidak serius,” kata Anggota DPR dapil Kalimantan Timur ini.

Ia kwahtir dengan kebijakan ini penyebaran virus Corona bukan makin sedikit melainkan terus meningkat di Indonesia.

“Ini buat saya yakin bahwa dua bulan ke depan di mana puncak covid menjadi masa sangat rawan bagi republik ini. Kita masih di lereng kita sudah percaya diri merelaksasi transportasi yang mana transportasi ini bukti penyebarean di luar pulau jawa bukti longgarnya transportasi ini,” kata ia.

Disatu sisi, kata ia, ekonomi memang penting, namun harus dilihat penyebab terganggunya perekonomian karena pandemi Covid-19.

“Kami minta pemerintah fokus sesuai kata dengan perbuatan. Kita ingin pemerintah bertanggung jawab terhadap apa yang diucapkan sehingga tidak menimbulkan kebingungan di daerah. Daerah sudah habis-habisan APBD digunakan untuk penanganan covid-19 tapi di pusat seperti bercanda saja, besok-besok tempe besok kedelai besoknya tempe, ini contoh apa kita sudah berbulan-bulan tapi tidak ada teladan untuk dicontoh di daerah,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *