Soal Pinjaman ke PT SMI Rp 4,1 Triliun, Gubernur WH: Kita Delete Aja, Kita Sudah Tidak Lagi Berharap

  • Whatsapp
Gubernur Banten, Wahidin Halim

INDOPOLITIKA.COM – Rencana Pemprov Banten meminjam uang senilai Rp 4,1 Triliun kepada PT SMI dipastikan dibatalkan. Sebelumnya juga, DPRD Provinsi Banten meminta agar rencana itu agar dibatalkan. Sebab, proses pencairannya tak kunjung jelas lantaran adanya inkonsistensi dengan banyaknya aturan main yang berubah di tengah jalan.

Pemprov Banten disarankan lebih mengoptimalkan kemampuan daerah untuk melakukan pembangunan. Sejalan dengan itu, Gubernur Wahidin Halim pun memastikan tidak lagi berharap pada pinjaman PT SMI. WH menegaskan sudah mencoret rencana itu kini meski konskwensinya bakal menghambat rencana pembangunan sejumlah proyek di Banten. “Kita delete aja. Jadi kita, saya kira, sudah tidak lagi berharap pada SMI,” kata Wahidin, kemarin.

Berita Lainnya

Wahidin mengatakan, karena skema pinjaman yang semula akan diajukan ke PT SMI batal, maka sebagai konsekwensinya akan ada pembangunan yang akan mengalami perubahan capaian. Misalkan pembangunan rumah sakit yang semula direncanakan akan delapan lantai dengan kondisi ini untuk tahap pertama hanya akan dibangun satu sampai tiga lantai terlebih dahulu.

Begitu juga pembangunan sekolah yang semula akan dibangun secara megah dengan kondisi ini tidak akan bisa seperti rencana. “Pembangunan akan menggunakan APBD tetapi tidak semegah yang kita canangkan, semula kita ingin bangun dengan tiga lantai. Kita menggunakan dana kita yang ada sekarang. Sementara pake APBD yang kita punya saja Rp12 triliun yang ada di APBD,” kata mantan Walikota Tangerang ini.

Meski menyatakan ada sejumlah pembangunan akan ada yang mengalami perubahan rencana dan target bahkan ada pembangunan pembatalan namun Wahidin mengaku sampai saat ini baru akan melihat dan menganalisa pembangunan apa saja yang bisa dikerjakan sebagian, yang bisa digeser, atau dibatalkan.

Pemilahan mana pembangunan yang akan tetap dilakukan dan yang tidak akan mengacu pada seberapa penting proyek pembangunan itu. Dan yang terpenting adalah ada atau tidaknya anggaran guna melakukan pembangunan itu. “Mana yang bisa dibiayai oleh APBD ya kita biayai. Tapi kalau tidak terlampau mendesak dan tidak ada uangnya, ya tidak kita laksanakan,” kata WH.

Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Banten Dede Rohana Putra mengatakan, pihaknya memang sudah sejak awal meminta agar pinjaman ke PT SMI dibatalkan. Terlebih saat ini Pemprov Banten justru disibukkan dengan inkonsistensi pemerintah pusat dengan peraturan dan pelaksanaan yang berubah-ubah.

“Dari awal kita konsisten, dari PAN tidak merekomendasikan. Awalnya tanpa bunga kita ambil akhirnya kena bunga, kemudian kena bunga boleh delapan tahun, sekarang jadi lima atau tiga tahun,” ujar Dede sebelumnya. [ind]

 

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *