Soal Reformasi TNI, SBY Lebih Sukses Daripada Jokowi

Setara Institute Pemerintahan Jokowi TNI DIikutsertakan Dalam Politik Praktis

INDOPOLITIKA.COM – Setara Institute merilis hasil riset program reformasi TNI yang jadi amanat Reformasi 1998. Hasil riset itu memang cukup mengecewakan. Sebab, yang terjadi justru perluasan peran TNI yang makin ekspansif. Terutama di era Presiden Joko Widodo.

Direktur Eksekutif Setara Institute Ismail Hasani mengatakan, mantan Presiden SBY justru lebih mampu menata dan menjaga peran TNI. Meskipun berlatar belakang militer, SBY dianggap lebih tau caranya menjaga agar TNI tetap menjadi angkatan perang negara.

Baca Juga:

“Pak SBY yang berlatar militer, lebih mampu mendesign atau menata dan memanage pembangunan atau penguatan TNI daripada pak Jokowi yang berlatar sipil,” katanya saat merilis hasil survey Setara Institute bertajuk Reformasi TNI di kantor Setara Institute (8/10).

Dia menduga, Jokowi tidak punya kemampuan bahkan tidak tau cara mendorong terwujudnya reformasi TNI. Yang terjadi justru peran TNI yang semakin luas dalam ruang-ruang sipil. Pada era Jokowi, isu kesejahteraan TNI dan pengadaan Alutsista justru lebih dominan daripada penguatan program reformasi TNI.

“(Peningkatan kesejahteraan TNI) Ini tentu menyenangkan TNI. Tetapi, (banyaknya TNI yang mengisi jabatan sipil) mungkin juga jadi kabar buruk. Karena kembali menggoda tentara kedalam politik,” ujarnya.

Fakta peran TNI yang mengisi jabatan sipil mengungkap fakta yang lebih besar lagi. Menurut Ismail Hasani, aktor-aktor politik berlatar sipil tidak memiliki kepercayaan diri yang mumpuni. Karenanya, mereka melibatkan TNI dalam aktivitas politik praktis.

“Ini terlihat jelas, para politisi sipil kita tidak yakin, tidak percaya diri kalau tidak melibatkan TNI,” kata Dosen Hukum Tata Negara UIN Jakarta itu. (pit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *