Sopir Bus Maut Tol Sumo Resmi Jadi Tersangka, Terancam Pasal Berlapis

INDOPOLITIKA.COM – Polda Jawa Timur (Jatim) resmi menetapkan AF, sopir pengganti Bus PO Ardiansyah dalam kecelakaan maut di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto, sebagai tersangka.

Wadir Lantas Polda Jatim AKBP Didit Bambang Wibowo, menyebut AF yang merupakan sopir cadangan itu terancam pasal berlapis, baik dari unsur kelalaian dan unsur kesengajaan.

Bacaan Lainnya

“Bukan saja karena lalai, tapi karena unsur kesengajaan, dan ini fatal,” kata Didit, di Surabaya, Kamis, (19/5/2022).

Menurut Didit, status tersangka itu baru ditetapkan penyidik hari ini, mebgingat kondisi kesehatan dari pada sopir tersebut.

“Maka hari ini tadi dari hasil gelar sudah ditingkatkan statusnya dari saksi sudah menjadi tersangka,” ujarnya.

Didit mengaku belum bisa memastikan markotika jenis apa yang dikonsumsi Ade saat mengendarai bus maut tersebut. Karena masih dilakukan penelitian lebih lanjut, untuk mendalami jenis narkotika yang dikonsumsi Ade.

“Kami telah melakukan tes urine dan tes darah. Nah ini jenisnya masih didalami. Kalau hasil lab-nya dinyatakan positif (menggunakan narkotika)” katanya.

Didit menjelaskan, dalam kasus ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 9 saksi yang terdiri dari penumpang maupun non penumpang.

Aparat kepolisian juga telah menghadirkan tiga orang saksi ahli sebelum benar-benar meningkatkan status sang sopir dari saksi menjadi tersangka.

Ada pun untuk pasal yang disangkakan terhadap Ade adalah Pasal 310 ayat 4 dan Pasal 311 ayat 5 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Didit juga tidak menutup kemungkinan bakal disangkakannya pasal lain terkait penggunaan narkotika oleh Ade.

“Jadi tidak menutup kemungkinan akan dikenakan pasal berlapis,” kata Didit.

Sebagai informasi, kecelakaan maut ini bermula saat bus PO Ardiansyah dengan nopol S 7322 UW membawa puluhan penumpang asal Benowo, Surabaya, dari arah Yogyakarta menuju Surabaya.

Diduga sopir bus melaju dengan kecepatan sekitar 100 kilometer per jam di lajur lambat. Namun saat bus tiba di km 712.200 /A, kendaraan oleng ke kiri dan menabrak tiang VMS (Variable Message Sign). Bus terpental hingga terguling.

Total 15 penumpang tewas dalam peristiwa ini. Sementara belasan penumpang lain mengalami luka berat. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.