Sosialisasikan Perwal 83/2022, Pemkot Tangsel Minta Warga-Pelaku Usaha Dukung Program Pengurangan Sampah Plastik

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan (tengah) memimpin sosialisasi Perwal penggunaan sampah plastik/ist

INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan meminta kerjasama seluruh elemen masyarakat maupun pelaku usaha setempat untuk mendukung pemerintah, mengurangi sampah plastik.

Pasalnya, upaya mengurangi sampah plastik tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah saja, perlu dukungan lain dari masyarakat maupun pelaku bisnis.

Demikian hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan saat mensosialisasikan Peraturan Wali Kota Nomor 83 Tahun 2022 tentang pengurangan sampah plastik, di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, kemarin.

Pilar menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menetapkan peraturan tersebut untuk menjadi solusi dalam pengendalian sampah plastik sekali pakai yang berada di sekitar lingkungan Kota Tangerang Selatan.

Setiap perusahaan pasti memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk melakukan pengendalian sampah plastik. Namun perlu disadari bahwa Kota Tangerang Selatan memiliki PR sampah yang harus diselesaikan secara bersama.

“Bayangkan satu hari, 900 Ton sampah yang dibuang, baik itu dari perumahan, toko, minimarket, restoran, hotel dan sebagainya,” ujar Pilar.

Dia juga mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Kota mengalami kendala terkait tempat penampungan sampah. Pilar juga sempat meninjau saat melakukan kunjungan ke beberapa tempat, dan menemukan sampah yang berserakan di sungai yang dominan adalah sampah plastik sekali pakai.

“Program ini tidak bisa berjalan tanpa dukungan bapak dan ibu semua, para pelaku usaha,” imbuhnya

Pilar menginginkan para pelaku usaha tidak fokus pada bisnisnya saja, namun juga perlu memperhatikan lingkungan sekitar usahanya.

Dan Pilar berharap dengan adanya perubahan ini tidak akan menurunkan aktivitas ekonomi yang ada karena pada dasarnya Kota Tangerang Selatan memiliki karakteristik kota permukiman dan jasa.

“Segala sesuatu awalnya sulit bapak ibu, tapi saya yakin ini akan berdampak panjang,” tambahnya.

Terakhir, kata Pilar, bahwa dengan adanya Peraturan Wali Kota ini, surat edaran tentang kantong plastik berbayar sudah tidak berlaku. Dan dia yakin warga Tangerang Selatan akan mendukung program ini, karena warga Tangsel sudah sangat cerdas dan peduli dengan lingkungan sekitar.

“Masa transisi ini kita harus coba, sekarang masih tahap sosialisasi, jadi bantu kita informasikan kepada masyarakat, jangan nanti pas sudah ditetapkan, masih aja melakukan ini penggunaan plastik sekali pakai, akan ada tindakan tegas,” tutup Pilar. [Adv]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *