Sri Mulyani Gak Terima Diskon PPnBM Mobil Dibenturkan dengan Rencana PPN Sembako

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kesal banyak masyarakat menghubungkan insentif yang diberikan pemerintah berupa diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil dengan rencana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada bahan pokok atau sembako.

Ia menegaskan, PPnBM dan PPN dalam hal tersebut tak bisa dikaitkan. Adapun relaksasi PPnBM untuk kendaraan bermotor dilakukan untuk mendorong industri otomotif. Sementara pengenaan PPN sembako belum pernah dibahas oleh pemerintah dan DPR RI.

Berita Lainnya

“Tidak betul, dibentur-benturin seolah-olah PPnBM untuk mobil diberikan dan sembako dipajaki, itu kan teknik hoax yang bagus banget memang. Jadi kita perlu untuk menyeimbangkan,” ujar Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (10/6/2021).

Untuk itu, Menkeu juga meminta para dewan untuk bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat, terutama di daerah pemilihannya masing-masing, bahwa saat ini fokus pemerintah adalah pemulihan ekonomi. Pemerintah saat ini juga melakukan berbagai belanja untuk membayar vaksin hingga pulsa internet pelajar.

Ani berjanji segera mengirim draft RUU KUP dan menjelaskan secara detil berbagai rencana pemerintah itu. Pembahasan bersama DPR pun akan dilakukan, meliputi fondasi perpajakan, waktu yang tepat dikeluarkannya kebijakan, dan subjek yang layak dikenakan pajak.

“Ini yang akan kita jelaskan kepada DPR mengenai keseluruhannya, dan di situ kita bisa bicara mengenai apakah timingnya harus sekarang? Apakah fondasinya harus seperi ini? Siapa yang pantas dipajaki? Itu semuanya kita bawakan dan presentasikan secara lengkap by sectors dan by pelaku ekonomi,” tutur Ani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menegaskan, segala kebijakan yang bakal diambil termasuk pajak sembako tetap akan mempertimbangkan pemulihan ekonomi.

Sebagai bukti, Sri Mulyani tetap akan mendukung dan memberikan bansos kepada masyarakat dan insentif kepada pelaku usaha kecil, menengah, hingga besar. Bahkan presiden sudah mengarahkannya untuk mendukung pelaku usaha yang nyatanya lebih lama pulih.

“(Isu PPN sembako) di-blow up seolah-olah menjadi sesuatu yang bahkan tidak mempertimbangkan situasi hari ini. Padahal hari ini fokus kita untuk memulihkan ekonomi, jadi kita betul-betul menggunakan semua instrumen kita,” tegasnya. [rif]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *