Stabilkan Harga Sembako, Pasar Jaya Siapkan 1.000 Ton Bawang Putih

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah bidang pangan, PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) dan Perumda Pasar Jaya melakukan operasi pasar bawang putih di sejumlah tempat. Sedikitnya, ada 1.000 ton bawang putih yang disiapkan untuk kebutuhan warga Ibu Kota.

“Kalau Jakarta, kita punya cadangan seribu ton atau sekitar 38 kontainer. Itu adalah impor terakhir dari kuota 2019. Karena kita tahu bahwa penerbitan RIPH dari Kementerian Pertanian dan surat persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan, tidak mungkin keluar Januari/Februari ini,” ujar Direktur Utama PT FSTJ Arief Prasetyo Adi dii Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Berita Lainnya

Operasi pasar bawang putih ini dilakukan di pasar Kramat Jati, Pasar Minggu, Kebayoran Lama, Tomang Barat, Pal Merah, Glodok, Jatinegara, Klender SS, Pasar Senen, Tanah Abang, Anyer Bahari, Pasar Baru Metro Atom, Gondangdia, dan Johar Baru. Pihaknya menyediakan dua jenis bawang putih dengan harga lebih murah dari pasar.

“Iya, itu hasil kuota impor dari Cina. Ada bawang putih kaiting kita tarif Rp 20 ribu per 500 gram dan bawang putih jonan Rp 17.500 per 500 gram. Saat ini harga bawang putih di pasaran Rp 45 ribu-Rp 60 ribu per kilogram. Karena pasokan bawang putih ini sudah mulai berkurang, jadi harganya tergantung market,” katanya.

Diakuinya, pengendalian harga bawang putih saat ini sulit dilakukan jika pemerintah melalui BUMD tidak segera melakukan action, salah satunya dengan mendatangkan komoditas itu dari daerah atau negara lain. Meski demikian, akunya, BUMD bidang pangan DKI terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Jakarta dengan program pasar murah.

“Hampir setiap hari kita melakukan pasar murah dan operasi pasar. Jadi, FSTJ sebagai BUMD pangan Jakarta memberikan stabilitas pasokan dan harga bawang putih. Tapi, memang kondisi market pasokan bawang putih secara keseluruhan berkurang,” jelasnya.

Dalam operasi pasar ini, pihaknya tidak akan mengeluarkan bawang putih secara sekaligus. Dia mengaku telah menyewa cooldroom atau ruang pendingin agar usia bawang putih ini bisa bertahan lama, hingga kuota impor diturunkan dari Kementerian Pertanian.

“Nanti kita atur distribusi secara bertahap, agar bawang putih ini bisa dibeli masyarakat langsung, bukan trader. Kalau sekarang dilepas semuanya, berapapun harganya bisa diambil sama trader. Makanya, pemerintah harus punya stok melalui BUMN atau BUMD,” tegasnya.

Arief memastikan, komoditas bawang putih dari Cina ini terbebas dari virus corona. Namun melambungnya harga bawang putih ini, ucapnya, bukan dikarenakan isu virus corona, melainkan stok bawang putih mulai menipis karena kuota impor masih belum terbit.[ab]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *