Stop Layanan Bus Dari Daerah Penyangga, Anies Dianggap Punya Niat Kotor ke Jokowi

  • Whatsapp
Azas Tigor Nainggolan

INDOPOLITIKA.COM – Pemprov DKI melalui PT Transportasi Jakarta (TJ) kembali menutup layanan bus Transjakarta dari luar Jakarta. Kepastian itu diumumkan PT TJ dan beredar melalui pesan singkat WhatsApp. Kebijakan itu dinilai politis oleh sebagian kalangan. Anies dianggap berniat mencoreng citra Presiden Jokowi dengan cara melumpuhkan ekonomi ibukota.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan. Dia mengatakan, kebijakan Anies itu sarat dengan kepentingan politik. Anies diduga berniat merusak citra Presiden Jokowi dengan cara melumpuhkan aktivitas ekonomi.

Bacaan Lainnya

“Ini memang rencana kotor Anies. Sebuah rencana membuat coreng kehancuran ekonomi di tengah kepemimpinan Jokowi,” katanya.

Dia menuding kebijakan larangan dan pengurangan layanan publik termasuk transportasi publik itu dilakukan untuk melumpuhkan ekonomi Jakarta. Posisi Jakarta yang menjadi pusat 60 persen perekonomian nasional itu yang jadi tujuan kotornya. Belajar dari pengalaman kota-kota di negara lain yang dalam menangani penyebaran virus Corona, selalu berkordinasi dengan pemerintah pusat. Semua peraturan atau kebijakan melarang, menutup layanan publik dan mengurangi layanan transportasi publik kotanya setelah ada keputusan pemerintahnya melakukan lockdown terhadap negara dan kotanya.

“Sebagaimana disampaikan bahwa presiden Jokowi tidak melakukan keputusan lockdown atau menutup kota Jakarta. Justru yang diminta oleh presiden Jokowi agar kita, masyarakat tetap waspada. Menjaga jarak interaksi sosial (Social Distancing) dan beraktivitas di rumah jika bisa dilakukan pekerjaan atau kegiatannya di rumah,” kata pengacara Gugatan Class Action banjir Jakarta itu.
Dia meminta Anies bekerja dalam kapasitas sebagai Gubernur Jakarta. Anies tidak boleh membuat keputusan diluar kewenangannya sebagai gubernur.

“Lindungi warga Jakarta agar tetap baik. Layani kepentingan warga dan kota Jakarta. Sediakan secara baik layanan publik dan transportasi publik. Jangan kurangi layanan publik dan transportasi publik karena Jakarta tidak ditutup (lockdown),” katanya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Pada koment apaan sichh ??? Gak ada yg BERBOBOT !!!
    pikirin aja dapur besok ngebul gak ???? Wkwkwkkk……
    DUNIA POLITIK DUNIANYA PARA BINATANG…..( ada lagunya ….wkwkwkkk……)