Analisis

Stratakindo: Prabowo Bisa Menangkan Kontestasi Jika Kubu Jokowi Turunkan Pasukan Jumawa Sumbu Pendek

Jakarta — Aura persaingan pilpres 2019 semakin hari, semakin panas. Tampak sekali dua kubu yang bersaing sama-sama belum percaya diri untuk memenangkan kontestasi. Hal itu karena berbagai temuan survei masih memberi peluang bagi kubu Prabowo untuk mengalahkan kubu Jokowi, hal mana terjadi karena faktor tidak adanya kubu yang amat dominan. Meskipun kubu Jokowi unggul dalam berbagai survei, namun tingkat keunggulannya tidak signifikan. Sebagai incumbent, posisi keunggulan di bawah 60 persen, bisa disebut tidak dominan. Demikian kesimpulan diskusi publik yang membahas peta pilpres 2019 yang digelar di Jakarta, Rabu (12/9).

Oktarina Soebardjo, direktur Lembaga Survei Stratak Indonesia yang menjadi narasumber dalam diskusi itu menjelaskan, kubu Prabowo cukup punya banyak peluang untuk memberi jalan lain atau alternatif atas jalan yang sudah ditempuh pemerintah yang dipimpin Jokowi.

“Karena calon hanya ada dua, satunya sedang memerintah, satunya oposisi, diferensiasi menjadi penting. Kalau kubu Prabowo mampu membongkar kelemahan atau kekeliruan langkah pemerintah dan berhasil meyakinkan pemilih dengan solusi dan program barunya, bisa jadi akan naik elektabilitasnya,” demikian ujarnya.

Oktarina menambahkan, ada hal lain yang harus diwaspadai terkait dengan persaingan dalam kontes, yakni soal pasukan tempur. Bagaimanapun dalam pertempuran, apalagi model head to head seperti sekarang ini, perdebatan sengit akan terjadi. Bagus kalau perdebatan diisi dengan adu program dan adu konsep. Namun kalau perdebatan larinya menjadi adu mulut, adu caci, adu maki dan adu hina, publik akan muak. Oktarina menilai diturunkannya para jubir yang sumbu pendek dan cepat merendahkan pihak lawannya akan segera jadi blunder.

“Ini warning saja buat kubu Jokowi. Hati-hati turunkan juru bicara atau juru debat. Kalau yang turun model orang yang jumawa, belagu, sudah merasa pasti menang dan suka mencaci-maki serta merendahkan, pasti akan membuat penonton muak. Bisa-bisa jubir yang begitu malah memberi kontribusi negatif dan menyebabkan kekalahan,” pungkasnya. (ind)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close