Sttt..Pengembangan Bandara Di Ibukota Baru, Katanya Tak Pakai Duit APBN

  • Whatsapp
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

INDOPOLITIKA- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan pengembangan bandara di ibukota baru tak akan memakai duit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Ia mengatakan proyek itu bakal digarap oleh sejumlah perusahaan perseroan pelat merah dan swasta melalui kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

“Iya KPBU. Jadi di sana (bandara) kan sekarang sudah dikelola oleh PT Angkasa Pura I dan II. Jadi nanti dari mereka akan kerja sama dengan swasta,” ujar Budi Karya di kantornya di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Baca Juga:

Budi Karya belum menentukan bandara mana saja yang bakal dikembangkan sehubungan dengan pemindahan ibukota baru itu. Penentuan pengembangan, kata dia, masih menunggu kepastian Presiden Jokowi menentukan provinsi yang menjadi titik pasti ibukota baru.

Seperti diketahui, di akhir pidato Jokowi di Sidang Tahunan DPR dan DPD, Presiden memohon izin untuk memindahkan ibukota ke Kalimantan. Saat ini, pemerintah sudah memiliki tiga calon kuat lokasi ibukota baru yakni; Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Budi Karya memastikan di tiga provinsi itu telah tersedia bandara dengan landasan pacu atau runway yang cukup panjang. Bandara di tiga provinsi tersebut, ujar dia, telah memiliki panjang landasan 2.500-2.800 meter. Dalam pengembangannya nanti, bandara di calon ibukota baru akan diperpanjang menjadi 3.000 meter.

Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menghitung, pemerintah membutuhkan investasi sebesar Rp 485 triliun untuk mendanai pemindahan ibukota. Adapun APBN hanya akan mengongkosi pemindahan ibukota senilai Rp 93 triliun.

Dana sebersar Rp 485 triliun itu akan digunakan untuk membangun kawasan yang luasnya mencapai 40 ribu hektare. Dari luas ini, ibu kota baru diperkirakan akan dapat menampung 1,5 juta penduduk.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *