Suami Iis Dahlia “Tersenggol” Penyelundupan Harley, Garuda Dorong Komite Audit Lanjutkan Investigasi

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Nasib suami pedangdut Iis Dahlia Satrio Dewandono yang “tersenggol” penyelundupan Harley Davidson eks Dirut Garuda Ari Askhara, segera ditentukan. Apakah yang bersangkutan akan dikenakan sanksi atau tidak, Garuda masih menunggu hasil investigasi komite audit.

Demikian hal itu disampaikan Komisaris Utama Garuda Indonesia, Sahala Lumban Gaol dalam acara ILC, Selasa, (10/12/2019) malam. Pernyataan Sahala itu disampaikan menyusul adanya kehebohan di media sosial, yang mempertanyakan posisi Satrio saat itu,  apakah seorang pilot tahu tidak barang yang dibawa eks Dirut Garuda Ari Askhara tersebut diduga barang ilegal atau tidak.

Bacaan Lainnya

Diketahui, pesawat Airbus A330-900 Garuda Indonesia yang diduga membawa barang selundupan milik eks Dirut Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Akhsara Danadiputra atau Ari Askhara, pada Minggu (1/12/2019) lalu dikemudikan suami Iis Dahlia dari Toulouse Prancis menuju Jakarta.

“Pilot pada intinya adalah orang yang mendesain apa yang ada di dalam peawat. Secara prinsip dia harus mengetahuinnya. Tetapi dalam hal ini, ini dianggap adalah bagasi biasa dilaporkan kargonya nil dan disampaikan saat itu. “Jadi pilotnya itu disini bisa dikatakan tidak mengetahui,” jelasnya.

Tapi makannya makanya, jelas dia, soal pilot ini, investigasi lebih lanjut akan dilakukan oleh komite audit. Apakah pilot yang bersangkutan juga sudah mengerti dan mengetahui hal ini (membawa Harley). “Dan apakah mereka mengerti bahwa ini melanggar hukum atau tidak, nanti kita akan melakukan penelitian lebih lanjut,” tegasnya lagi.

Dikatakan Sahlan, dengan demikian sebetulnya kasus ini masih mungkin ini akan berlanjut seterusnya sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan. Pihaknya bersama dengan bea cukai akan tetap kerjasama melakukan penyelidikan bergandengan tangan.

“Karena ini sekarang saya rasa bea cukai masih melakukan  penyelidikan. Kami juga demikian dan kami memberikan surat hari ini kepada komite audit untuk melaksanakan tugasnya, dan bisa menggunakan bantuan pihak laij agar dapat ini (kasus pilot) dituntaskan dengan baik,” tandasnya.

Ditanya agak tidak masuk akal jika pilot tidak mengetahui ada kargo nil didalam pesawat itu. Sahlan menjelaskan, hal inilah yang akan dituntaskan oleh komite audit. Sebab, justru karena ada pernyataan kargo nil dan ternyata ada box 15 yang tidak bisa dikategorikan sebagai bagasi, makanya kecurigaan itu muncul.

Dan disinilah penelitian-penelitian lebih lanjut akan dilakukan. Karena mulanya dikatakan spare part. Anehnya, saat dicek oleh bea cukai, ternyata spare part bisa dibentuk menjadi Harley Davidson.

Sementara Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pilot Indonesia, CAPT Setiadi mengungkapkan pilot tidak harus mengetahui barang-barang dan kargo yang ada didalam pesawat. Menurut CAPT Setiadi dalam penerbangan, pilot hanya diberi manifest penumpang. “Konsen kita di load seat hanya kita melihat load nya berapa kilo, nah itu yang kita konsen untuk meng-seat penerbangan itu,” paparnya.{asa}

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *