Subhanallah! Bayi 5 Bulan Selamat Dalam Pelukan Ibunya yang Tewas Diserang Israel Bersama 4 Saudaranya

  • Whatsapp
Mohammad al Hadidi memeluk putranya, Omar, yang selamat dalam serangan Israel Sabtu (15/5/2021) lalu. Foto: Tangkapan layar video Al Arabiya News

INDOPOLITIKA.COM – Kesedihan Mohammad al-Hadidi dan warga Palestina lainnya, korban kebiadaban serangan Israel yang kehilangan anggota keluarga mereka sungguh mengiris hati. Mohammad al-Hadidi adalah salah satu warga Palestina yang kehilangan istri serta empat anaknya saat serangan udara Israel melululantahkan tempat tinggal mereka.

Sementara satu putra bungsu Mohammad al-Hadidi bernama Omar, yang masih berusia lima bulan selamat dalam serangan itu. Bayi mungil itu selamat dalam pelukan ibunya. Omar berhasil diselamatkan tim penyelamat dari reruntuhan puing bangunan rumah paska serangan rudal Israel.

Berita Lainnya

Sedih ditinggal istri dan empat anaknya, airmata Mohammad al-Hadidi terus mengalir kala ia mendekap putra mungilnya Omar yang selamat. “Saya tidak memiliki siapa pun yang tersisa di dunia selain kamu (Omar),” ucap lelaki 37 tahun lirih.

Mohammad al-Hadidi menuturkan seperti dinukil dari Al Arabiya Selasa (18/5/2021), anak-anaknya yang tewas bersama istrinya Maha Abu Hattab (36) itu bernama Suhayb (13), Yahya (11), Abderrahman (8) dan Osama (6). “Mereka telah pergi menghadap Tuhan. Kami tidak ingin tinggal di sini lebih lama lagi,” tuturnya menahan tangis.

“Kita akan segera bertemu mereka, kamu (Omar) dan aku. Oh Tuhan, biarlah tidak terlalu lama,” ucapnya lirih.

Duduk di tepi ranjang rumah sakit, Hadidi dengan hati-hati mencium pipi anaknya. Dalam pelukannya, Omar beristirahat dengan tenang, kaki kanannya menyembul dari bajunya. Kelopak matanya memar dan bengkak. Wajah bayi mungil itu dipenuhi goresan luka.

Mohammad al Hadidi menunjukan reruntuhan bangunan rumah iparnya yang hancur diserang Isral, Sabtu (15/5/2021) lalu. Foto: Tangkapan layar video Al Arabiya News

Memohon untuk Nginap di rumah Saudara

Malam itu, (Sabtu/15/5/2021), saat masih dalam suasana Idul Fitri, kegembiraan setiap keluarga untuk merayakan hari Idul Fitri biasanya ditandai dengan silaturahmi antarkeluarga. Sehari sebelum kejadian yang merenggut nyawa lima keluarganya itu, atau hari Jumat (14/5/2021)  menurut Mohammad al-Hadidi, istrinya meminta ijin untuk menginap di rumah saudarnya di dekat kamp pengungsi Shati di luar Kota Gaza.

Ia pun memberikan ijin kepada istrinya. “Anak-anak ikut bersama ibunya. Mereka mengenakan pakaian Idul Fitri, membawa mainan mereka dan pergi ke rumah paman mereka untuk merayakan Idul Fitri,” tutur Hadidi.

Tak kuasa menahan sedih, Hadidi sejenak berhenti bercerita untuk menenangkan diri ketika dia mengingat apa yang terjadi di malam terakhir mendengar suara istri dan anak-anaknya. “Saya tidur di rumah sendirian … (dan) tiba-tiba terbangun karena suara bom,” katanya.

Tak lama kemudian seorang tetangga menelepon dan mengatakan bahwa rudal Israel telah menghantam rumah saudara iparnya. Kakak iparnya dan empat anaknya juga termasuk di antara yang tewas.

“Saya bergegas secepat yang saya bisa, tetapi ketika saya sampai di sana, rumahnya tinggal puing-puing, dan petugas penyelamat sedang mengeluarkan mayat,” ceritanya.

Hadidi menganggap Israel sengaja mengincar anak-anak. “Apa yang telah mereka lakukan sehingga pantas dibom tanpa peringatan untuk mengevakuasi rumah?,” tanyanya dengan raut wajah sedih.

Hadidi mengatakan, saat ini dia masih menunggu kondisi bayinya cukup sehat untuk membawanya pulang. “Saya akan merawatnya dan membesarkan sendiri,” katanya. [ind]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *