Pilpres

Suhardiman Perintahkan Kader SOKSI Dukung Jokowi-Jusuf Kalla

Indopolitika.com – Pendiri Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) dan salah satu pendiri Partai Golkar, Suhardiman, memerintahkan seluruh jajaran kader SOKSI di Indonesia untuk memberikan dukungan kepada pasangan calon presiden-wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (JKW-JK) pada pemilihan presiden 9 Juli 2014 mendatang.

Arahan untuk mendukung pasangan JKW-JK itu juga telah disampaikannya melalui Ketua Umum SOKSI Ade Komaruddin dan Sekjen Lawrence Siburian pada pertemuan, Senin (19/5) malam di kediaman Suhardiman.

“Sebagai pendiri SOKSI saya punya hak veto. Jika tak mengikuti arahan saya, akan saya pecat, dan Ade Komaruddin sudah menyanggupi instruksi untuk mendukung JKW-JK. Saya bisa membatalkan jika ada orang yang tidak mengikuti arahan saya,” ujar Suhardiman di Jakarta, Selasa (20/5).

Suhardiman mengatakan dukungannya ke JKW-JK merupakan hasil pengamatannya semala ini. Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta), ucapnya, tak mungkin akan berhasil memenangkan Pilpres 2014 mendatang. Sebab negara berkembang akan selalu dikontrol oleh negara adikuasi Amerika Serikat.

“AS tak dukung Prabowo-Hatta, karena Prabowo dianggap telah melakukan pelanggaran berat HAM. Jadi tak mungkin,” ujarnya.

Suhardiman yang dikenal sebagai dukun politik itu berpendapat negara Indonesia membutuhkan tiga Satrio. Pertama Satrio Kinunjoro, yakni pemimpin yang sering keluar masuk penjara yakni Soekarno.

Kedua Satrio Mukti Wibowo, yakni terdapat pada Soeharto. Dan ketiga, Satrio Piningit. Figur Satrio Piningit ini ada pada sosok Jokowi yang benar-benar berasal dari bawah dalam meniti karir politiknya.

Atas kondisi tersebut, Suhardiman menyarankan agar Prabowo mengurungkan niat menjadi capres 2014. “Saya menyarankan Prabowo untuk mengurungkan niat menjadi capres. Lebih baik Prabowo beri kesempatan kepada Jokowi,” ujar satu-satunya pendiri Golkar yang masih aktif di politik, dua lainnya Mas Isman, dan Sugandhi telah wafat.

Suhardiman juga menyarankan agar Prabowo menemui dirinya terkait dukungan SOKSI kepada duet JKW-JK. Ia akan memberikan petuah dan masukan-masukan mengenai pemikirannya terkait sosok Satrio Piningit yang ada dalam diri Jokowi. Suhardiman menilai Prabowo bukan sosok Satrio Piningit yang dinanti-nanti dalam ramalan Joyoboyo.

“Lebih baik Prabowo ke saya dulu, nanti akan kasih masukan-masukan dan saran-saran mengenai pencalonan sebagai calon presiden. Prabowo tidak perlu maju, kasih Jokowi saja,” katanya.

Lebih jauh, kata Suhardiman, dirinya sudah lama mengenal ayah Prabowo yang merupakan begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo. Saat meninggalkan Indonesia ke Bangkok, Thailand karena terlibat PRRI Permesta, Suhardiman mengaku berhasil membawa pulang Sumitro ke Indonesia. Tak lama setelah di Indonesia, Sumitro diangkat menjadi Menteri Perdagangan.

“Saya tidak tahu apakah Prabowo tahu soal itu. Saya yang menolong bapaknya, lebih baik Prabowo datang ke sini,” ujarnya.

Ditambahkan Wakil Ketua DPA era Orde Baru ini, dukungannya terhadap pasangan JKW-JK itu tidak perlu disampaikan kepada Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Pasalnya ARB tak memiliki peran bagi partai berlambang pohon beringin. “Tidak perlu melapor ke DPP, saya tak ada kepentingan pribadi,” ucapnya. (SN/ind)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close