Daerah

Sunariah Mohammad Yusuf Tekankan Pentingnya Peran Serta Perempuan dalam Pembangunan Kepri

Direktur utama Hang Nadim Malay School sekaligus bakal calon anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 2019 daerah pemilihan Kepri 5 Kota Batam B yang meliputi Kecamatan Belakang Padang, Sekupang, Batu Aji dan Sagulung, Sunariah Mohammad Yusuf menyampaikan pentingnya peran serta perempuan dalam pembangunan Kepri di masa mendatang.

“Keterlibatan perempuan dalam membangun daerah akan memberi nilai lebih karena peran harian mereka di rumah tangga sebagai pendidik utama,” kata Sunariah, saat memberi materi diskusi bersama puluhan aktivis perempuan yang bertajuk “Urgensi Peran Perempuan dalam Pembangunan” di Batam, Kamis (18/7).

Di hadapan puluhan aktivis perempuan, Sunariah menjelaskan, sudah saatnya mempertimbangkan aspek gender dalam penempatan posisi pemerintahan. Menurutnya, jika dalam proses pencalonan legislatif saja keterwakilan perempuan dimasukkan dalam aturan, sudah seharusnya hal yang sama juga berlaku untuk penentuan perempuan sebagai aktor utama dalam pembangunan dan instansi pemerintahan.

“Untuk mengangkat pejabat dan menempatkan pimpinan dalam manajemen pemerintahan sudah harus memperhatikan hal itu. Saya ingin memperjuangkan posisi strategis di pemerintahan untuk turut menyertakan perempuan. Selain itu, juga peran langsung perempuan dalam merencanakan pembangunan daerah,” jelas Sunariah.

Caleg yang maju dari partai PKB ini menekankan pentingnya mengajak para tokoh perempuan di desa untuk maju dalam pemilihan baik kepala desa, pimpinan lembaga sampai pada pimpinan institusi negara. “Sangat jomplang sekarang ini, hampir semua kepala desa dijabat laki-laki, demikian juga ketua RW dan ketua RT, apalagi dalam instritusi negara. Padahal menduduki jabatan di masyarakat seperti itu harus memberikan ruang bagi kaum perempuan yang berpotensi,” ujarnya.

Sunariah menyatakan, jika kelak dirinya terpilih sebagai anggota DPRD Kepri di pemilu 2019 nanti, dirinya akan akan menggalakkan program peningkatan sumber daya perempuan. “Jika kelak saya di amanahi rakyat untuk menjadi bagian dari anggota legislatif. Maka kami akan libatkan peran perempuan, melalui pemberdayaan dan pelatihan skill dulu. Kemudian bagaimana perencanaan pembangunan dan pemberdayaan perempuan menuju kemandirian perempuan yang produktif dan kreatif,” imbuhnya.

Senada dengan Sunariah, aktivis perempuan Amalia Putri yang juga peserta dialog menyampaikan, minimnya perempuan dalam mengawal pembangunan. Pihaknya mendukung upaya Sunariah yang akan melibatkan peran perempuan dalam merumuskan pembangunan daerah.

“Kami semua sepakat dan mendukung untuk kemajuan kaum perempuan. Saatnya perempuan bangkit untuk kemajuan daerah, khususnya kami yang berasal di kota Batam. Selain itu, pemberdayaan perempuan harus menjadi prioritas agar semua perempuan mampu meningkatkan potensinya dengan skill mereka masing-masing,” pungkas Amelia. (*)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close