Surabaya Kebanjiran, Pujian Politikus PDIP Terhadap Risma Pun Ikut Hanyut

  • Whatsapp
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

INDOPOLITIKA.COM- Banjir yang mengepung Kota Surabaya bisa jadi tak hanya menjadi pukulan telak bagi Walikota Tri Rismaharani, tapi juga bagi politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lainnya yang saat Jabodetabek direndam banjir kerap memojokan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan membandingkannya dengan Tri Rismaharani.

Tengok saja saat itu, alih-alih prihatin dengan banjir yang terjadi di Jabodetabek, anggota DPR Komisi X Fraksi PDIP Putra Nababan membandingkan Gubernur Anies dengan Walikota Risma.

Baca juga:

“Sedih prihatin, ada marahnya juga menyaksikan sesama warga Jakarta harus kebanjiran di hari pertama tahun 2020. Rasanya tidak pantas memposting gambar-gambar keceriaan perayaan tahun baru,” kata Putra seperti dikutip dari akun instagram pribadi @PutraNababan74 pada Kamis(02/01/2020).

Menurutnya, kepala daerah dan seluruh perangkatnya memilikitugas mandat mengurus warga Jakarta.

“Kejadian ini bukan cuma karena alam, ini bukti ketidakmampuan pemimpin mengelola kota seperti mengantisipasi banjir. It’s so predictable! You just not capable to do it,” kata dia.

Putra pun lantas membandingkan dengan kesigapan Walikota Risma dalam mengantisipasi banjir di musim penghujan.

“Banyak pemimpin daerah di Indonesia yang telah bekerja cerdas dan keras melayani warganya dengan tidak menyalahkan alam. Mereka justru mempelajari fenomena alam dan mempersiapkan kota dan warganya jika sewaktu-waktu alam berbicara, salah satunya adalah Walikota Surabaya Bu Risma,” ujarnya.

Putra menyebut seandainya Gubernur Jakarta punya kesigapan seperti Ibu Risma banjir tak sampai parah merendam Jakarta.

“Andaikan beliau (Bu Risma) ada d isini, besar kemungkinan normalisasi Sungai Ciliwung dilakukan sepanjang 33 km, bukan Cuma 16 km yang telah mengakibatkan derita banyak warga Jakarta,” katanya.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, saat hadiri perhelatan Rakernas I PDIP di Kemayoran pun memuji Risma yang menyempatkan diri memantau cuaca di Surabaya melalui aplikasi dari laptop saat menghadiri Rakernas.

Setelah memuji Risma, Hasto lantas menyindir Anies Baswedan yang tidak menetapkan status tanggap darurat bencana saat banjir di Jakarta. “Hanya Jakarta yang tidak melakukan itu (menetapkan status tanggap darurat),” kata Hasto.

Memang saat menghadiri Rakernas I PDIP, Risma menyempatkan diri memantau kondiri cuaca Surabaya melalui tabletnya.

“Aku memantau pompa pintu air,” kata Risma di lokasi Rakernas PDIP JI Expo Kemayoran, Jakarta. “Jadi tahu pompa dinyalakan atau ndak,” kata Risma Risma di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (11/01/2020).

Namun apa daya Kota Surabaya yang diguyur hujan sejak Rabu (15/01/2020) siang hingga sore hari menyebabkan Surabaya dibekap banjir. Sejumlah jalan di Surabaya terendam diantaranya; Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Adityawarman, Jalan Hayamwuruk, dan Jalan Indragiri.

Berdasarkan pantauan di salah satu ruas Jalan Mayjen Sungkono ketinggian air bahkan mencapai 1 meter. Sejumlah mobil yang terparkir terlihat terendam. Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat mendorong sepeda motornya yang mogok karena menerobos banjir.

Melihat kenyataan itu, pujian politikus PDIP kepada Tri Risma seolah ikut hanyut dibawa arus banjir Kota Surabaya. Oh..oh Risma. [sgh]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *