Suroto Terharu Dapat Bantuan 20 Ton Jagung dari Presiden Jokowi

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Peternak ayam asal Blitar, Suroto (51) yang sempat diundang ke Istana Negara akhirnya mendapat bantuan jagung sebanyak 20 ton dari Presiden Jokowi.

Jagung sebanyak itu dikirim menggunakan 2 unit truk ke gudang pakan Suroto, di Desa Suruhwadang, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Senin (20/9/2021).

Berita Lainnya

Tiga staf pribadi Jokowi juga datang menemui Suroto dan menjelaskan bahwa bantuan jagung itu berasal dari Jokowi pribadi. Bukan bagian dari 30.000 ton yang dijanjikan dalam pertemuan di Istana Negara.

Begitu kiriman jagung tiba di depan rumahnya, Suroto mengaku sangat terharu dan bangga. Presiden Jokowi dinilai merespon sangat cepat janjinya untuk memberikan jagung sebagai bahan pakan ayam ternak.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi,” kata Suroto kepada wartawan di lokasi.

“Enggak menyangka. Saya tahunya tadi malam ditelepon Mas Agung (staf pribadi Jokowi), katanya mau mengantar jagung dua truk untuk saya,” tambah Suroto.

Suroto Bagikan Jagung ke Peternak Lain

Suroto mengaku hanya akan mengambil sebagian bantuan itu dan memberikan sisanya kepada peternak lainnya.

Yaitu peternak kecil yang stok jagungnya sudah hampir habis karena tidak sanggup membeli. Ia akan berkoordinasi dengan aparat desa setempat dalam pembagian bantuan khusus dari presiden itu.

“Tapi ini akan saya ambil secukupnya saja, mungkin 5-6 ton. Sisanya akan saya bagi ke peternak di sekitar saya, barang satu dua karung. Istilah orang Jawa bagi-bagi berkatlah,” ujar Suroto.

“Ini wujud terima kasih saya atas apa yang diberikan Pak Presiden, maka jagung ini sebagian juga akan saya berikan gratis ke teman peternak. Tapi, hanya peternak kecil,” ucapnya.

Sebelumnya, sekitar 4.500 peternak layer diambang kebangkrutan. Harga pakan tinggi yang tidak diimbangi dengan harga telur yang tinggi, membuat para peternak merugi di kisaran Rp 1 juta per hari.

Saat ini, harga jagung di pasaran masih di atas Rp 6.000/kg. Sementara, harga telur dari kandang masih belum beranjak di kisaran Rp 13.500/kg. Dalam kalkukasi bisnis ayam layer, para peternak bisa menutup biaya operasional jika harga telur di kisaran Rp 18.500/kg.[fed]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *