Survei ARCI: Khofifah Menang Telak Bila Pilgub Jatim Dilakukan Hari Ini

INDOPOLITIKA.COM – Lembaga survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei terbarunya terkait elektabilitas Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024.

Direktur Eksekutif ARCI, Baehaqi Siraj mengatakan ada enam tokoh yang dipilih oleh responden untuk menjadi gubernur dalam survei Top of Mind.

Bacaan Lainnya

Dalam survei ARCI ini, seandainya pilgub dilakukan hari ini, nama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akan menang telak. Elektabilitas eks Menteri Sosial (Mensos) itu mencapai 25,08 persen.

“Tri Rismaharini 1,25 persen, Emil Elestianto Dardak 1,08 persen, Saifullah Yusuf 1,05 persen, Abdul Halim Iskandar 0,9 persen dan La Nyala M Mattalitti 0,6 persen. Yang jawab tidak tahu sebesar 70,04 persen,” kata Baehaqi dalam paparannya di Noach Cafe and Bistro Surabaya, Kamis (4/11/2021).

Elektabilitas Khofifah juga tetap unggul ketika responden disodorkan 22 nama. Khofifah meraih 32,7 persen suara. Disusul Tri Rismaharini 8,7 persen, Emil Elestianto Dardak 8,1 persen dan Saifullah Yusuf 6,9 persen.

Kemudian Abdul Halim Iskandar 4,6 persen, La Nyala M Mattalitti 3,2 persen, Azwar Anas 2,1 persen, Bambang DH 1,9 persen dan Anwar Sadad 1,3 persen.

Selanjutnya mereka yang meraih suara di bawah 1 persen antara lain Sarmuji 0,9 persen, Puti Guntur 0,8 persen, Kusnadi 0,5 persen, M Fawaid 0,41 persen dan Anik Maslachah 0,38 persen.

Kemudian Heru Tjahjono 0,31 persen, Fadil Muzakki 0,29 persen, Badrut Tamam 0,21 persen, Muhammad Al Bara 0,19 persen, Mundjidah Wahab 0,15 persen, Masfuk 0,11 persen, Thoriqul Haq 0,09 persen, Lainnya 6,71 persen dan Tidak Tahu 19,44 persen,” imbuhnya.

“Ketika disodorkan hanya tiga nama calon gubernur yakni nama Khofifah, Emil Dardak dan Risma, responden menjawab Khofifah 34,8 persen, Risma 14,6 persen, Emil 11,5 persen. Sisanya 27,4 persen menjawab tidak tahu dan menjawab lainnya 11,7 persen,” tukasnya.

Baehaqi juga menjelaskan bahwa berdadarkan surveinya, mayoritas masyarakat menginginkan calon pemimpin yang merakyat.

“Persepsi publik juga masih menghendaki seorang pemimpin itu harus merakyat 31,8 persen, pengalaman 19,3 persen, berintegritas 15,6 persen, tidak terlibat korupsi 14,1 persen dan berusia muda 10,3 persen,” tuturnya.

Survei ini dilaksanakan pada 20-31 Oktober 2021 terhadap 1200 responden di 38 Kabupaten/Kota Jatim dan dilakukan melalui tatap muka. Survei ini dengan margin of error kurang lebih 3 persen, dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.[fed]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.