Survei ASI: Elektabilitas Prabowo dan Ganjar Ketat di Posisi 1-2, Puan Cuma Peringkat 10

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) merilis survei terbarunya terkait elektabilitas nama-nama yang digadang-gadang bakal maju sebagai Calon Presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hasilnya, dari 24 nama yang ditanyakan ke responden, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah cukup ketat. Mantan rival Presiden Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 ini berada di posisi pertama dengan 12,5 persen. Sementara Ganjar di posisi kedua dengan 11,3 persen.

Berita Lainnya

Kemudian di posisi tiga ditempati oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan presentase sebesar 9,3 persen. Lalu mantan pasangan Prabowo di Pilpres 2019, yakni Sandiaga Salahuddin Uno menempati posisi empat dengan 8,3 persen. Melengkapi lima besar ada nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan 6,4 persen.

Dari posisi 6-9 secara berturut-turut ditempati oleh Ridwan Kamil (5,9 persen), Khofifah Indar Parawansah (3,9 persen), Basuki Tjahja Purnama (3,2 persen), dan Erick Thohir (2,5 persen).

Yang mengejutkan dari survei ini, banyak nama-nama besar yang oleh para pengamat diprediksi bakal meramaikan bursa Capres 2024, justru elektabilitasnya masih sangat rendah atau masih di bawah 3 persen.

Seperti pesaing berat Ganjar di PDIP, yakni Puan Maharani ternyata hanya menempati posisi ke-10 dengan presentase sebesar 2,3 persen. Demikian juga dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) A. Muhaimin Iskandar atau Gus AMI cuma mendapat 1,3 persen. Elektabilitas Gus AMI hampir sama dengan nama-nama seperti Gatot Nurmantyo, Moh. Mahfud MD dan Tito Karnavian yang juga  hanya memperoleh 1 persen lebih.

Lebih parah lagi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang belakangan ini digadang-gadang bakal berpasangan dengan AHY hanya mendapat 0,9 persen. Elektabilitas Airlangga hampir sama dengan nama-nama seperti Doni Monardo, Nadiem Makarim, Said Aqil Siradj, Ali Masykur Musa, Chairul Tanjung, Dudung Abdurachman, Budi Gunawan, Sri Mulyani dan Haedar Nasir yang semuanya di bawah 1 persen. Tetapi dalam survei ini, sebanyak 22,2 persen responden mengaku belum tahu atau tidak jawab.

Sebagai informasi, survei ini dirilis pada Selasa 8 Juni 2021. Survei dilakukan secara nasional di 34 Provinsi dalam rentang waktu 1-7 Mei 2021. Metode yang digunakan adalah Multistage Random Sampling dengan mewawancarai 1000 responden melalui kontak telepon. Nomor responden diambil dari database survei tatap muka dalam rentang tiga tahun terakhir, yakni sejak 2018 hingga 2020. Margin of error survei ini +/- 3.10 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. [fed]

 

 

 

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *