Pilkada

Survei CSIS: Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah Ungguli Djarot-Sihar di Pilkada Sumut

Elektabilitas Edy-Musa mencapai 44,8 persen, sementara Djarot-Sihar sebesar 36,6 persen. Hingga survei dilakukan, terdapat 18,5 persen pemilih yang belum menentukan pilihannya

Elektabilitas pasangan calon gubenur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah‎ unggul dari pasangan Cagub-cawagub Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus. Selisih elektabilitas dua pasangan mencapai 8 persen.
 
Hal itu terungkap dari hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang dipaparkan di Jakarta, Minggu (13/5). Survei ini dilaksanakan 16-30 April dengan mengambil 950 responden. Survei menggunakan metode wawancara dengan mengisi kuesioner oleh responden.
 
Arya Fernandes menjelaskan, elektabilitas Edy-Musa mencapai 44,8 persen, sementara Djarot-Sihar sebesar 36,6 persen. Hingga survei dilakukan, terdapat 18,5 persen pemilih yang belum menentukan pilihannya.
 
“Waktu tersisa kurang lebih satu setengah bulan menjadi penting bagi kedua pasangan. Terutama, karena baru 61,2 persen responden menyatakan telah mantap dengan pilihannya,” kata Arya.
 
Menurutnya, dari segi popularitas Djarot unggul mencapai 81,6. Sementara, Edy Rahmayadi hanya mencapai 74,6 persen. Untuk sisi cawagub, popularitas Sihar juga unggul mencapai 55,1 persen, sementara Musa Rajekshah hanya mencapai 49,6 persen.
 
“Pasangan Djarot-Sihar lebih banyak dipilih para pemilih yang menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah mencapai 42, 3 persen. Sebaliknya pasangan Edy-Musa didukung oleh pemilih yang tidak puas terhadap pemerintah. Angkanya mencapai 46,9 persen,” ujar Arya.
 
Dia menegaskan, dukungan terhadap Edy-Musa dari sisi gender lebih solid dibadingkan dengan pemilih Djarot-Sihar. Dari anasilisa cross tabulasi sedehana memperlihatkan kemantapan pilihan terhadap pasangan Edy-Musa‎ lebih tinggi dari pasangan Djarot-Sihar.
 
“Dari pemilih yang memilih Edy-Musa, ada 53 persen yang sudah mantap memilih pasangan ini. Sementara dari pemilih Djarot-Sihar, baru 43,9 persen yang sudah mantap dengan pilihannya,” ungkapnya.
 
Arya menambahkan 30,1 persen responden menyebutkan Gerindra sebagai partai utama pasangan Edy-Musa. Sebanyak 8,2 persen menyatakan PKS adalah partai utama mencalonkan pasangan ini. Adapun 36,4 persen tidak mengetahui partai mana yang mencalonkan Edy-Musa.
 
Dari pasangan Djarot-Sihar, 64,8 persen responden menyebutkan PDIP adalah partai utama pasangan ini. Sebanyak 1,7 persen menyatakan Nasdem mencalonkan pasangan ini. Sisanya 27,5 persen menyatakan tidak mengetahui partai mana yang mengusung Djarot-Sihar.
 
“Dalam konteks Sumut, PDIP dan Gerindra adalah dua partai dengan identitas paling kuat di mata para pemilih,” tutup Arya.

Artikel Terkait

Close
Close