Survei Indikator: Mayoritas Anak Muda Anggap Indonesia Kurang Demokratis

  • Whatsapp

Hasil survei Indikator mengungkap, mayoritas anak muda Indonesia dengan rentan usia 17-21 tahun meganggap Indonesia kurang demokratis sebesar 40 persen, tetap sama saja 35,7 persen, lebih demokratis 15,5 persen.

Selain penilaian tentang demokrasi, mayoritas anak muda Indonesia juga tidak menginginkan penerapan kembali sistem Orde baru dengan akumulasi 59,7 persen, dan 30 persennya tidak menjawab.

Berita Lainnya

Opini anak muda ini, menjawab pesimisme banyak kalangan yang menilai anak muda apolitis dan tidak terlalu peduli dengan isu-isu sosial, politik, dan ekonomi Indonesia.

Pengiat demokrasi anak muda, Hasan al Banna menilai sangat wajar preferensi politik anak muda melihat Indonesia kurang demokratis akhir-akhir ini karena kebebasan berpendapat dibatasi dan banyak praktik-praktik politik elit yang tidak mencerminkan nilai-nilai demokrasi.

“Indikator kemundurannya banyak, bahkan indeks demokrasi kita juga turun. untuk anak-anak yang lahir setelah reformasi dan menikmati era digital pengekangan yang mencederai nilai-nilai demokarsi hanya akan menjadi bom waktu, karena mereka punya 1000 cara untuk berekpresi,” sebutnya pada Senin (22/2).

Co-founder notif-notif demokrasi (notifikrasi) tersebut menambahkan seharusnya hasil survei opini anak muda tentang politik dijadikan acuan strategi kampanye dan kebijakan pemerintah dan elit-elit politik mengingar secara kuantitas suara anak muda mencapai 70 persen di pemilu 2024.

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *