Survei Indikator Terbaru: Anies-Muhaimin Ungguli Ganjar-Mahfud, Prabowo-Gibran Raih 51,8 Persen, Pilpres Satu Putaran?

Pasangan Prabowo-Gibran unggul dari dua pesaingnya berdasarkan survei terbaru Indikator.

INDOPOLITIKA.COM – Indikator Politik Indonesia kembali merilis hasil survei terbaru yang dilaksanakan pada 28 Januari-4 Februari 2024. Dari sisi partai politik, PDI Perjuangan masih unggul dibanding partai lainya.  

Gerindra menguntit di posisi dua. Berdasarkan hasil survei, PDI-P memiliki elektabilitas sebesar 19,6 persen. Sedangkan Gerindra 17,2 persen. Selisih antara dua partai tersebut masih berada dalam rentang margin of error survei lebih kurang 2,9 persen. 

Meski masih unggul dari parpol lain, elektabilitas PDI-P tercatat terus turun sejak Oktober 2023. Saat itu, partai berlambang banteng tersebut mempunyai angka keterpilihan 24,8 persen. 

Sementara itu, elektabilitas Gerindra pelan-pelan meningkat sejak Oktober 2023 ketika partai itu mendapatkan elektabilitas 14,4 persen. 

Selanjutnya di posisi tiga dan seterusnya ada Partai Golkar sebesar 12,1 persen; Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebesar 9,5 persen; Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar 7,9 persen; Partai Demokrat 6,9 persen; Partai Nasdem 6,7 persen; dan Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 6,4 persen.

“Data ini, kita bisa simpulkan bahwa jarak antara PDI-P dan Gerindra yang menempati peringkat pertama dan kedua teratas tidak signifikan secara statistik,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, Jumat (9/2/2024).  

Elektabilitas Capres 

Sementara itu, dari segi elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, pasangan Prabowo-Gibran menguat. Sementara Anies-Muhaimin cenderung stagnan dan Ganjar – Mahfud terus menurun.  

Dari survei Indikator ini, elektabilitas pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sudah berada di angka 51,8 persen. Sementara pasangan nomor urut 01 Anies-Muhaimin meraih 24,1 persen suara. Sedangkan Ganjar-Mahfud ada di posisi tiga dengan raihan 19,6 persen suara.  

Menurut Burhanuddin, dengan kondisi Prabowo-Gibran meraih 51,8 persen suara, maka peluang Pilpres 2024 berlangsung dua putaran tipis. 

“Tergantung nanti bagaimana undecided voters atau yang belum menentukan pilihan,” kata Burhanuddin. 

Dia menjelaskan, penguatan elektabilitas Prabowo-Gibran diikuti penurunan Ganjar-Mahfud. 

“Prabowo-Gibran menguat, Anies-Muhaimin stagnan dan Ganjar-Mahfud menurun,” ucap Burhan. 

Burhanuddin menambahkan, apabila nanti Pilpres 2024 berlangsung dua putaran, yang berpeluang maju untuk menantang Prabowo-Gibran adalah pasangan Anies-Muhaimin. Karena, menurut Burhan, jarak elektabilitas Ganjar-Mahfud cukup jauh untuk mengejar elektabilitas dua kompetitornya. 

Survei ini dilakukan dengan multistage random sampling dengan jumlah reponden sebanyak 1.200 orang. Survei dihelat dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,9 persen. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *