Survei Indostrategic: KH Marzuki Mustamar Favorit Caketum PBNU, KH Said Aqil Ketiga

INDOPOLITIKA.COM – Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar menjadi favorit sebagai calon Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menurut survei yang dilakukan Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic).

Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam mengatakan survei itu dilakukan pada 23 Maret-5 April 2021. Basis sampel sebanyak 1.200 responden dan 30,2% total responden berasal dari segmen masyarakat yang merasa memiliki kedekatan dengan NU. Sedangkan margin of error 3% dan tingkat kepercayaan 95%.

Berdasarkan hasil survei lembaganya, Khoirul menyebut KH Marzuki Mustamar memperoleh angka 24,7%. Kemudian disusul Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim (saat ini-2023) KH Hasan Mutawakkil Alallah dengan 22,2%.

“Sehingga menempatkan dua nama Kiai Senior asal Jawa Timur di dua posisi awal, yakni KH Marzuki Mustamar dan KH Hasan Mutawakkil Alallah,” ucap Khoirul Umam dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/10/2021).

Sementara sang petahana yakni KH Said Aqil Siradj duduk di posisi tiga dengan (14,8%). Selanjutnya, ada nama KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha dengan (12,4%), KH Yahya Cholil Staquf dengan (3,7%), KH Marsyudi Syuhud dengan (1,2%), KH Ahmad Fahrur Rozi Burhan dengan (1,2%), KH Ali Maschan Moesa dengan (1,2%), dan tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak (18,5%).

Meskipun dua tokoh NU Jawa Timur yakni KH Marzuki Mustamar dan KH Hasan Mutawakkil Alallah berada di urutan dua teratas, Khoirul mengatakan berdasarkan temuan surveinya pemilih keduanya kurang merata di banyak wilayah.

Khoirul menjelaskan dari hasil crossed-tabulasi asal responden, angka-angka dukungan warga nahdliyin terhadap nama-nama tokoh dalam survei ini dipengaruhi oleh lebih terbukanya dukungan warga nahdliyin dari basis wilayah Jawa Timur. Sehingga wajar kedua tokoh tersebut mengguli nama-nama lainnya.

Sementara itu, meskipun Said Aqil Siroj hanya duduk di posisi tiga, Khorul menyebut pemilihnya merata.

“Di sisi lain, nama KH Said Aqil Siroj memang termasuk masih populer dan usulan nama beliau muncul secara merata dari berbagai wilayah,” paparnya.

Adapun munculnya nama Gus Baha, kiai muda asal Rembang, kata Umam, menunjukkan menguatnya ekspektasi warga nahdliyin terhadap pemberian peran kepada para Kiai Muda.

Dia mengatakan kehadiran Gus Baha berkomitmen serius terhadap upaya penguatan tradisi intelektual pesantren yang belakangan dinilai sejumlah kalangan mengalami pergeseran metode pembelajaran dan output pendidikan pesantren yang diharapkan.

“Namun di sisi lain, munculnya nama-nama baru dengan dukungan warga nahdliyin yang memadai di bursa ini, juga bisa dipengaruhi oleh kuatnya aspirasi regenerasi kepemimpinan, untuk menghadirkan warna NU yang lebih fresh dan dinamis,” imbuh Khorul.

“Selain itu, media exposure Gus Baha di berbagai channel media sosial belakangan ini juga menambah literasi keilmuan sekaligus popularitas nama Gus Baha di kalangan warga nahdliyin secara general, khususnya Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur,” tuturnya.[fed]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.