Survei

Survei Litbang Kompas: 7 Partai Ini Gagal Lolos Parlemen, 3 Lainnya Belum Aman

Indopolitika.com, JAKARTA – Hasil survei terbaru menunjukkan empat partai politik baru yang bertarung di Pemilu 2019 yakni Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, dan Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) bakal gagal lolos ambang batas parlemen (PT) sebesar empat persen.

Dari hasil survei Litbang Kompas yang dirilis Kamis (21/3) menunjukkan elektabilitas mereka kebanyakan masih berkisar di angka nol koma.

Selain empat partai baru tersebut, tiga parpol lainnya yakni Hanura, PBB dan PKPI juga disebut Litbang Kompas, tak berhasil melaju ke Senayan.

Survei memperlihatkan elektabilitas Perindo di angka 1,5 persen, PSI 0,9 persen, Hanura 0,9 persen, Partai Berkarya 0,5 persen, PBB 0,4 persen, PKPI 0,2 persen dan Partai Garuda 0,2 persen.

Diketahui margin of error dari survei ini +/- 2,2 persen. Nah, hal itu juga menunjukkan partai-partai seperti Nasdem, PPP dan PAN belum aman. Dengan elektabilitas Nasdem (2,6 persen), PPP (2,7), PAN (2,9), masih dalam rentang ancaman tidak lolos ambang batas parlemen empat persen.

“Partai baru masih harus kerja keras lolos ambang batas. Itu tidak akan mudah di arena politik yang dihuni partai-partai lama yang sudah melekat di masyarakat,” ujar pengamat politik Zulfarizon menyikapi hasil survei Litbang Kompas, Kamis (21/3).

Pria yang juga dosen Ilmu Politik ini mengatakan, partai baru seperti PSI juga seharusnya lebih cerdas mengikuti pertarungan politik dengan partai lainnya.

“Tidak bisa langsung mendobrak. Kultur politik Indonesia tidak semudah itu. Apalagi belakangan PSI menyiratkan berani berkonfrontasi langsung dengan partai-partai lama, dan kebetulan satu koalisi mendukung capres yang sama. Tidak bisa secepat itu,” ucap Zulfa.

Survei Litbang Kompas tadi dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 22 Februari – 5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak melalui pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error +/- 2,2 persen. (jp)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close