PilkadaSurvei

Survei LSI Denny JA: Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah Unggul 45,5 Persen, Djarot-Sihar 34,7 Persen

Berdasarkan hasil tracking survei juga menunjukkan konsistensi kenaikan pasangan Eramas dari April 2018 sebanyak 43,3 persen menjadi 45,5 persen di bulan Juni 2018

Pilgub Sumatera Utara (Sumut) diprediksi akan berlangsung sengit lantaran head to head antara pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) yang memiliki elektabilitas hampir sama kuat.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pasangan Eramas akan mampu unggul dari pasangan Djoss. Peneliti senior LSI Rully Akbar menerangkan, pihaknya telah melakukan simulasi dukungan terhadap calon gubernur Edy Rahmayadi yang menggungguli Djarot Saiful Hidayat.

Pada pertanyaan terbuka, Edy Rahmayadi mendapat dukungan 39,8 persen. Sedangkan Djarot Saiful Hidayat mendapat dukungan 24,3 persen. “Begitu juga pada simulasi tertutup, Edy unggul dengan perolehan dukungan sebesar 45,7 persen. Sedangkan Djarot Saiful Hidayat mendapat dukungan 33,8 persen,” kata Rully, Jumat (22/6/2018).

Rully melanjutkan, hasil yang sama juga memenangkan pasangan Eramas saat melakukan simulasi dukungan terhadap calon wakil gubernur Musa Rajekshah yang mampu mengungguli Sihar Sitorus.

Pada pertanyaan terbuka, Musa Rajekshah mendapat dukungan 34,2 persen. Sedangkan Sihar Sitorus mendapat dukungan 26,7 persen. Begitu juga pada simulasi tertutup, Musa Rajekshah unggul dengan perolehan dukungan sebesar 40,3 persen. Sementara Sihar Sitorus Hidayat mendapat dukungan 30,5 persen.

“Bila disimulasikan secara berpasangan, pasangan Eramas mendapat dukungan 45,5 persen. Mengungguli pasangan Djoss yang mendapat dukungan 34,7 persen,” jelas Rully.

Rully menjelaskan, berdasarkan hasil tracking survei juga menunjukkan konsistensi kenaikan pasangan Eramas dari April 2018 sebanyak 43,3 persen menjadi 45,5 persen di bulan Juni 2018.

Sementara, lanjut dia, untuk pasangan Djoss juga mengalami kenaikan dari 33,3 persen bulan April 2018, menjadi 34,7 persen dibulan Juni 2018.

Rully menambahkan, berdasarkan simulasi breakdown berdasarkan gender dan usia, para pemilih rata-rata memilih pasangan Eramas diatas 40 persen. Pun begitupula dengan simulasi breakdown berdasarkan latar belakang pendidikan dan pendapatan, rata-rata diatas 40 persen juga memilih Eramas.

“Hanya pemilih berlatar belakang pendapatan dibawah Rp999 ribu (Base 20,3 persen) pemilih Eramas bersaing dengan pemilih Djoss,” ujarnya.

Rully memaparkan, terdapat dua alasan pasangan Eramas berhasil mengungguli pasangan Djoss jelang Pilgub Sumut yang akan berlangsung dalam lima hari ke depan. Pertama, Eramas unggul telak di suku Jawa, Melayu dan pemilih Muslim pada segmen pemilih bersuku Jawa (base 33,5 persen).

Selain itu, pasangan Eramas juga unggul telak sebesar 64,2 persen sedangkan Djoss hanya memperoleh 17,9 persen. “Pemilih Melayu (Base 4,8 persen), Eramas unggul 79,3 persen dan Djoss 3,4 persen. Selain itu, pasangan Eramas juga unggul telak di basis pemilih beragama Islam (base 64,7%) yaitu sebesar 65,2 persen,” lanjutnya.

Kedua, lanjut Rully, pasangan Eramas juga konsisten unggul di delapan Dapil. Yaitu Dapil 1,2,3,4,5,6,7 dan 12. Sedangkan Djoss hanya mampu menang diempat Dapil, yaitu Dapil 8,9,10 dan 11.

Selanjutnya, Rully juga menilai terdapat dua alasan yang menyebabkan pasangan Djoss gagal mengalahkan elektabilitas Eddy Rahmayadi dan Musa Rajekshah.

Pertama, Djoss memang pasangan tingkat popularitas paling tinggi, namun kurang disukai dari tingkat pengenalan calon gubernur.

“Perolehan tertinggi adalah Djarot Saiful Hidayat 91,3 persen, disusul Edy Rahmayadi 89,5 persen. Sedangkan untuk calon wakil gubernur, tingkat pengenalan Sihar Sitorus 74 persen. Sedikit lebih unggul dari Musa Rajekshah 70,7 persen,” imbuhnya.

Rully menuturkan, tingkat kesukaan terhadap Edy Rahmayadi diketahui 78,7 persen. Kemudian Musa Rajekshah 74,2 persen. Berbanding terbalik dengan Djarot Saiful Hidayat yang memperoleh tingkat kesukaan sebesar 67,8 persen dan Sihar Sitorus 63,4 persen.

Ia menambahkan, alasan kedua Djoss gagal ungguli elektabilitas Eramas lantaran efek debat Pilgub Sumut yang tidak berpengaruh. Sebenarnya, kata Rully, pengaruh debat terhadap pilihan memanglah sangat tinggi yakni 69,4 persen.

Akan tetapi hanya sebesar 18 persen publik yang mengikuti debat kandidat tersebut. Meski demikian, pada penguasaan materi LSI mendapatkan hasil bahwa pasangan Eramas mendapat 49,1 persen sedangkan pasangan Djoss sebanyak 41,1 persen.

“LSI Denny JA menyimpulkan bahwa pasangan Eramas bisa memenangkan Pilgub Sumatera Utara jika swing voters 33,5 persen tidak mayoritas dikuasai oleh pasangan Djoss. Kemudian Eramas tidak bisa mengaktifkan partisipasi pemilih di semua wilayah basisnya, dan Djoss memaksimalkan partisipasi pemilih basisnya,” tandasnya.

Hasil survei terbaru LSI ini dilakukan pada tanggal 8-12 Juni 2018. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 1.000 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei ini sekira 3,16 persen. (ind)

Tags

Artikel Terkait

Close
Close