Survei Pilpres 2024: Paslon Prabowo-Anies Teratas, Ganjar-Erick Posisi Kedua 

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Berdasarkan survei yang dilakukan Voxpol Center, dari simulasi 26 pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) 2024, menunjukkan pasangan Prabowo Subianto-Anies Baswedan menempati posisi teratas apabila Pilpres digelar sekarang.

“Jika simulasi 26 nama pasangan capres/cawapres, data ini menemukan bahwa pasangan Prabowo-Anies unggul sebesar (11,9%),” kata Direktur Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago dalam konferensi persnya, Sabtu (3/7/2021).

Berita Lainnya

Posisi kedua ditempati pasangan Ganjar Pranowo-Erick Thohir yang mendapatkan 8,7 persen. Lalu pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapatkan 8,3 persen.

“Ketiga pasangan capres-cawapres ini unggul dibandingkan pasangan capres/cawapres yang lainnya hingga saat survei ini dilaksanakan,” kata Pangi.

Dalam simulasi 26 nama pasangan capres-cawapres itu, Pangi mengatakan Prabowo hanya akan unggul bila berpasangan dengan Anies ketimbang tokoh lainnya.

Ia mencontohkan apabila Prabowo berpasangan dengan Ganjar, pasangan ini hanya meraih 5,6 persen suara responden. Hasil makin mengecil apabila Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno. Pasangan ini hanya meraih 2,7 suara responden. Apalagi jika Prabowo berpasangan dengan Puan Maharani hanya mendapatkan 1,4 persen.

Berikut elektabilitas 12 paslon teratas berdasarkan hasil survei Voxpol Center:

Prabowo-Anies Baswedan: 11,9%
Ganjar-Erick Thohir: 8,7%
Anies-Sandiaga Uno: 8,3%
Anies-Ridwan Kamil (RK): 7,4%
Prabowo-Ganjar: 5,6%
Anies-AHY: 5,43%
Sandi-AHY: 4,4%
Ganjar-RK: 4,2%
Ganjar-Airlangga: 3,8%
RK-Sandi Uno: 3,5%
Prabowo-Sandi: 2,7%
AHY-Sandi: 1,8%

Undecided voters: 11,1%.

Kemudian, Voxpol juga membuat simulasi 3 pasang capres-cawapres 2024, karena pihaknya tidak berkeinginan bahwa Pilpres 2024 ini terjadi bipolarisasi tapi multipolar, sehingga menghadirkan 3 paslon presiden adalah misi dan agenda Voxpol serta semua pihak.

“Kita sudah cukup bipolar atau head to head kita setop aja, kampanye keterbelahan ini harus kita hentikan sehingga kita mendorong 3 paslon,” kata Pangi.

Pangi pun mencoba membuat 6 simulasi dengan 3 pasang capres-cawapres yang berbeda. Simulasi pertama, Prabowo-Puan 26,5%, Anies-AHY 24,2%, RK-Sandi 21,8% dengan undecided voter 22,7%.

Simulasi kedua, Ganjar-Erick 32,6%, Puan-Anies 24,8% dan AHY-Muhaiimin 10,8%, dengan undecided voters 31,9%.

Simulasi ketiga, sambung Pangi, pihaknya tidak memasangkan Prabowo atau pun Ganjar, maka yang terjadi, AHY-RK 22,9%, Puan-Anies 21,2%, Airlangga-Sandi 20,8% dan undecided voters 35,2%.

Simulasi keempat, dengan 6 tokoh popular masuk termasuk Airlangga Hartarto, Prabowo-Sandi 34%, Anies-AHY 23,7%, Ganjar-Airlangga 19% dengan undecided voters 23,3%.

Simulasi kelima, kata dosen UIN Jakarta ini, 41,4% Ganjar-Anies, 24,4% AHY-Sandi, 11,3% RK-Ailangga, dengan undecided voters-nya 22,9%. Dan simulasi keenam, Prabowo-Anies 38,8%, Ganjar-RK 29,8%, AHY-Khofifah 6,1% dan 25% belum menentukan pilihan.

Survei tersebut digelar di 34 Provinsi pada 22 Juni-1 Juli 2021 dengan 1.200 responden dan dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ± 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [fed]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *