Survei PPI & PRC : Elektabilitas Anies Hanya 11 Persen, Melorot Drastis Akibat Banjir

  • Whatsapp
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno

INDOPOLITIKA.COM – Hasil survei terbaru calon pemimpin masa depan pengganti Jokowi mungkin menjadi kabar buruk bagi gubernur DKI Anies Baswedan. Survey kerjasama Parameter Politik Indonesia (PPI) dan Politika Research and Consulting (PRC) menunjukkan trend penurunan signifikan pada tingkat keterpilihan Anies.

Jika pada survey sebelum-sebelumnya, elektabilitas Geburnur DKI Jakarta berada di angka 20 hingga 25 persen, kini melorot ke angka 11 persen. Nama Anies memang dalam berbagai survei masuk dalam radar salah satu calon presiden tahun 2024.

Bacaan Lainnya

Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno mengatakan, bila sebelum-sebelumnya Anies sangat disukai masyarakat Indonesia, kini perlahan-lahan mulai beralih. Tingkat keterpilihan Anies melorot jauh.

“Bagi kami dan teman-teman surveyor memang mengagetkan. Kok (elektabilitas) Anies tinggal 11 persen,” katanya usai merilis hasil surveinya di salah satu hotel di kawasan Cikini, Minggu, (23/2/2020).

Setelah didalami, banjir Jakarta yang terjadi sejak awal tahun hingga saat survey dilakukan awal bulan ini menjadi penyebab utama. Seperti kita ketahui,  massivnya pemberitaannya negatif soal banjir di media sosial marak terjadi sejak awal tahun.

“Setelah kita baca, kami tanya ke responden ternyata memang disebabkan banjir di Jakarta dan viral dimana-mana. Bahkan banjir sampai tadi malam,” katanya.

Temuan itu, kata dia, sekaligus membuktikan bahwa serangan bullying terhadap kebijakan Anies justru tidak memengaruhi pilihan publik. Misalnya serangan terhadap kebijakan Formula E, lem Aibon atau kebijkan lain. Tingkat keterpilihan Anies justru melorot karena banjir yang terjadi di Jakarta.

“Banjir ini bicara. Dan banjir ini bicara sendiri. Tanpa dibully. Anies menghadapi fakta itu saat ini. Banjir inilah yang merusak kredibilitas Anies,” katanya.

Dia membenarkan bahwa isu banjir bisa dimanfaatkan lawan untuk terus menggerus elektabilitas Anies. Dia memastikan bahwa tentu persepsi publik  berbeda bila survey hanya dilakukan hanya di DKI.

“Jadi kalau ada yang bilang elektabilitas Anies rendah sekarang ini, itu bukan untuk mendowngrade Anies. Itu realitas politik yang terjadi saat kami melakukan survei,” ujarnya.

Untuk diketahui, survei bersama antara PPI dan PRC memotret opini 2.197 responden di seluruh Indonesia. Survey itu dilakukan awal Februari di 220 desa dan kelurahan dengan margin eror sebesar 2.13 persen.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar