Susi: Bibit Lobster Kalau Tidak Diambil Minimal Setara 20 Harley & 600 Brompton

  • Whatsapp
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastusi. (foto: instagram Susi Pudjiastuti).

INDOPOLITIKA.COM – Rencana Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo membuka kembali kran ekspor benih lobster ke Vietnam menuai polemik.  Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turut angkat bicara.

Melalui laman twitternya, jika hanya bibit nya yang diambil, harganya tidak akan sefantatis lobster besar. “Satu backpack bibit lobster lebih kurang min 8000 ekor. Rp (harganya) nya sama dengan 2 harley atau sama dengan 60 brompton (sepeda brompton),” cuitnya.

Baca Juga:

Sebaliknya, menurut Susi, jika bisa bersabar menunggu benih lobster menjadi besar, harganya akan sangat fantastis. Bahkan bisa setara harga 20 Harley Davidson atau 600 sepeda brompton. “Kalau bibit ini tidak diambil di laut dan jadi besar. Nilainya jadi min 20 harley = 600 brompton,” cuitnya tiga jam lalu, seperti dikutip indopolitika.com.

Dikatakan Susi, menunggu lobster besar sangatlah mudah karena tidak perlu dikasih makan dan dipelihara. Cukup dilepas di laut saja. “Tidak usah kasih makan, Tuhan yg memelihara, manusia bersabar,menjaga pengambilannya.Tuhan lipatkan gandakan,” tambahnya.

“Lobster tidak perlu ditambak. Tinggal diatur dan dijaga ukuran tangkapnya. Di alam, lobster ini akan tumbuh besar dalam waktu yang begitu cepat. Mereka akan berkembang, beranak pinang begitu seterusnya. Akhirnya, lobster akan terus ada dan banyak untuk kesejahteraan nelayan penangkap,” sambungnya.

Susi sendiri selama menjabat Menteri KKP, pernah mengeluarkan kebijakan larangan ekspor benih lobster yang diatur dalam Permen KKP No. 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus Spp.), Kepiting (Scylla Spp.), dan Rajungan (Portunus Spp.) dari Wilayah RI.

Larangan ini diterapkan agar masyarakat membesarkan dulu lobster menjadi dewasa sehingga nilai ekspornya lebih baik ketimbang hanya sekadar benih. Ekspor benih juga ditentang karena akan menguntungkan negara pengimpor untuk membudidaya sendiri lobster dewasa alih-alih membeli dari Indonesia dalam ukuran besar.

Dalam kesempatan ini, Susi juga tidak segan-segan ‘menyemprit’ netizen yang hanya asal bunyi tetapi tidak mengetahui esensi permasalahanya seperti apa. “Belajar baru omong! .. lobster belum bisa dibreedingkan in house. Semua bibit alam. Vietnam/ budidaya hanya membesarkan. Dan hanya dr Indonesia mereka bisa dapat, lewat singapura atau yg langsung. Negara lain yg punya bibit tidak mau jual bibitnya. Kecuali kita, karena bodoh,” tandas Susi membalas cuitan salah satu akun.[asa]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *