Susi Pudjiastuti Soal Ekspor Benih Lobster: Astagfirullah..Jangan Kufur Nikmat Tuhan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti merespon rencana Menteri Edhy Prabowo yang akan kembali membuka kran ekspor benih lobster. Menurut Susi, hal itu sebaiknya tidak dilakukan mengingat sangat merugikan.

“Lobster yang bernilai ekonomi tinggi tidak boleh punah, hanya karena ketamakan kita untuk menjual bibitnya. dengan harga seperseratusnya pun tidak. Astagfirullah .. karunia Tuhan tidak boleh kita kufur akan nikmat dr Nya,” tulis Susi melalui laman instagramnya, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:

Dalam kesempatan ini, Susi juga menyertakan video berdurasi 55 detik yang memperlihatan sepiring lobster besar yang siap disantap. Dua lobster Pangandaran yang bertengger di piring saji itu, kata Susi, total harganya jika dijual mentah Rp800 ribu.

“Malam ini saya makan di Pangandaran dengan lobster. Satu ekor lobster ini beratnya kurang lebih 400-500 gram. Lobster yang begini harganya satu kilo Rp600 ribu sampai Rp800 ribu, berarti satu ekor lobster ini Rp400 ribu,” kata Susi.

“Bibitnya diambil dan dijual hanya dengan harga Rp30 ribu saja. Berapa rugi kita? Apalagi kalau lobsternya mutiara jenisnya, dimana satu kilo lobster mutiara bisa mencapai Rp 4 juta-5 juta. Satu ekor 400 gram itu sudah berapa harganya, sudah satu juta rupiah. Kita jual ke Vietnam dengan harga Rp100 ribu atau Rp130 ribu. Nelayan tidak boleh bodoh, dan kita akan dirugikan kalau itu dibiarkan,” tegas Susi.

Sementara di laman twitternya, Susi juga menjelaskan begitu detail kenapa benih lobster harus dilindungi. Salah satu alasanya ketika kelak sudah menjadi lobster akan mahal. “Katakanlah bibit lobster mutiara dijual seharga Rp 100-200  ribu. Kalau sudah besar, satu ekor misalnya jadi 800 gram, dikalikan harganya Rp 5 juta kg, maka yang satu ekor tadi jadi Rp 4 juta. Untungnya 20 kali lipat,” urainya.[asa]

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *