Syaikhu Pilih Jadi Anggota DPR, Sandi Balik Lagi Jadi Wagub?

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.com – Ada perkembangan baru terkait pemilihan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta. Fraksi Partai Gerindra di DPRD DKI Jakarta menyebut ada potensi perubahan nama wagub DKI yang telah diusulkan untuk menggantikan Sandiaga Uno.

Adapun dua nama yang telah diusulkan Partai Keadilan Sejahtera untuk menjadi wagub DKI adalah Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

Baca Juga:

Wakil Ketua DPRD DKI sementara sekaligus Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Syarif, mengatakan potensi perubahan nama dari salah satu wagub tersebut terjadi karena Syaikhu lebih memilih menjadi anggota DPR RI. Syaikhu telah terpilih menjadi legislator Senayan periode 2019-2024.

“Kabarnya dia (Syaikhu) lebih memilih kursi DPR. Saya dapat langsung kok (Syaikhu memilih ke DPR RI) dari sumber yang bisa dipercaya,” kata Syarif kepada wartawan Selasa (17/9/2019).

Namun, kata dia, sampai hari ini partai pengusung, yakni Gerindra dan PKS DKI masih mengusulkan dua nama tersebut hingga ada ketetapan terbaru. Jika ada pergantian nama yang diusulkan tersebut, Gerindra pun bakal mengikuti arahan dari pusat. “Kami menunggu arahan pusat,” ujarnya.

Syarif juga membuka peluang kembalinya Sandiaga Uno ke kursi Wagub DKI. Menurut dia, Sandiaga akan kembali bergabung dengan Gerindra dalam waktu dekat.

“Bisa lah (Sandiaga kembali menjadi wagub DKI). Namanya politik masih ada kemungkinan,” beber Syarif.

Syarif mengungkapkan pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta, telah dimasukan ke dalam batang tubuh Tata Tertib dewan periode 2019-2024. Ia berharap wakil gubernur bisa terpilih sebelum akhir tahun ini.

“Kalau Tatib DPRD sudah selesai (akan langsung proses pemilihan wagub),” kata Syarif lagi.

Ia menuturkan pembahasan revisi Tatib saat ini telah selesai dan tinggal proses penyelarasan draf naskahnya agar bisa menjadi produk hukum. Legislator, kata dia, menargetkan penyelarasan draf dewan pada Senin dan Selasa pekan ini.

Ia menuturkan jika nantinya poin pemilihan Wagub DKI diterima oleh Kemendagri, maka legislator tidak perlu lagi membentuk panitia khusus dan akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya, yakni pembentukan panitia pemilihan.

Namun, kata dia, jika pemilihan Wagub nantinya tidak masuk di batang tubuh Tatib DPRD maka legislator akan kembali membentuk Pansus.

“Pansus nanti menggodok Tatib (pemilihan Wagub) yang kemarin masuk ke rapimgab (rapat pimpinan gabungan).”

Sebelumnya, anggota Fraksi PKS DKI, Abdurahman Suhaimi, mengatakan belum ada perubahan nama yang diusulkan PKS. Suhaimi mengatakan Syaikhu pun belum memutuskan apakah akan memilih kursi di DPR atau wagub. “Dari DPP belum ada surat apa-apa,” ujarnya singkat

Seperti diketahui, bola pemilihan wagub DKI kini ada di tangan DPRD DKI. Dewan membentuk dua kepanitiaan, yakni pansus dan panlih. Pansus merumuskan dan mengesahkan tata tertib pemilihan, sementara panlih yang mengeksekusinya.

Pansus dewan periode 2014-2019 sudah sempat merampungkan draf tatib pemilihan wagub. Namun, hingga massa kerja mereka berakhir anggota dewan belum menggelar rapimgab untuk menyetujui tatib. Jika rapimgab terlaksana, maka setelahnya tatib bakal disahkan dalam rapat paripurna.

Proses pemilihan pengganti Wagub DKI Sandiaga Uno yang berhenti karena menjadi cawapres dari Prabowo Subianto bergulir sejak November 2018. Partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno, PKS dan Partai Gerindra, mengusulkan dua calon wagub DKI, yaitu Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

Dua nama tersebut disampaikan PKS dan Gerindra ke Gubernur Anies Baswedan, yang lantas menyerahkan ke DPRD DKI. Namun, belum sempat dilakukan pemilihan wagub DKI, masa bakti DPRD DKI periode 2014-2019 berakhir.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *