#TagihPKS30M Bikin Rame Jagat Twitter, Bang Fahri Duitnya Mau Buat Gelora Ya…

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Mantan politikus PKS yang membidani lahirnya Partai Gelombang Rakyat (Gelora), Fahri Hamzah, lewat akun twitter resminya #ArahBaru2019 @Fahrihamzah lambungkan #TagihPKS30M hingga menjadi trending topic twitter.

Melalui beberapa cuitannya mantan Wakil Ketua DPR ini mendesak PKS untuk membayar ganti rugi pada dirinya sebesar Rp 30 miliar menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan dirinya dalam kasus gugatan terhadap PKS.

Baca Juga:

Kronologi Sederhana (2016-2019): 1. Saya dipecat. 2. Saya beladiri di PN. 3. Saya menang di PN. 4. PKS banding di PT. 5. Saya menang di PT. 6. PKS kasasi ke MA. 7. Saya Menang di MA. 8. MA inkracht denda 30 M.
9. PKS Gak Mau Bayar. 10. #TagihPKS30M,” cuit Fahri Hamzah lewat akun twitter-nya #ArahBaru2019 @Fahrihamzah.

 

Cuit ini ditanggapi banyak warga netizen, hingga diretweets sebanyak 260 dan di-likes 1.100. Beragam tanggapan muncul dari cuitan Fahri ini diantaranya dari Arief Cahyono @cahyono_ariefmr mengatakan, Bikin partai mmg perlu modal yahh.

Lebih tajam lagi tanggapan dari anaksoleh @bukanpiyuubiasa yang secara lugas mengatakan duit hasil gugatan itu akan dialokasikan untuk Partai Gelora. “Buat gelora ya.”

Hal yang sama diutarakan akun Anti Sepilis @Faizaljam yang membalas cuit Fahri dengan mengatakan,”buat modal @Partai GELORA bang?”

Dituding macam-macam oleh netizen, Fahri mencuit lagi untuk mengklarifikasi tudingan tersebut. “Hanya 30 Milyar… Bukan untuk aku..Aku tak ambil 1 rupiah pun..Tapi bagi yg lebih berhak..#TagihPKS30M,” cuit Fahri.

Tapi banyak orang yang hidupnya lebih sulit; anak yatim, anak jalanan yang terlantar, fakir miskin dan banyak lagi… saya #TagihPKS30M adalah buat mereka..saya sudah siapkan skema untuk membiayai mereka…rasanya wajar jika mereka yang mendapatkannya.

Sekadar informasi, perseteruan antara Fahri Hamzah dengan elite PKS bermula pada 2016. Kala itu, Fahri dipecat dari seluruh jenjang jabatan kepartaian. Fahri yang tidak terima dengan keputusan itu melayangkan gugatan ke PN Jakarta Selatan.

Dalam gugatan, Fahri menuntut PKS membayar ganti rugi materiil sebesar Rp 1,6 juta dan imateriil senilai lebih dari Rp 500 miliar. Elite yang digugat adalah Presiden PKS Shohibul Iman, Ketua Dewan Syariah Surahman Hidayat, Wakil Ketua Dewan Syuro Hidayat Nur Wahid, Abdul Muis, dan Abi Sumaid. Fahri juga menuntut PKS untuk memulihkan nama baiknya. Fahri memenangi gugatan tersebut.

Namun, PKS mengajukan banding ke pengadilan tinggi yang kembali dimenangi Fahri. Setelah itu, PKS mengajukan permohonan kasasi ke MA, tetapi ditolak.

MA memutuskan sekaligus memerintahkan PKS agar membatalkan pemecatan Fahri dan membayar ganti rugi kepada Fahri senilai Rp 30 miliar.

Pada akhir bulan lalu, Fahri menagih PKS untuk segera memenuhi putusan itu. Melalui tim kuasa hukumnya, ia mengajukan permohonan sita paksa aset di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Kemudian, pada Rabu (30/10/2019), tim kuasa hukum Fahri menyerahkan berkas tambahan untuk permohonan eksekusi terhadap harta benda PKS di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Presiden PKS Sohibul Iman enggan menanggapi desakan Fahri tersebut. “Aduh, sudah deh out of context,” ujar Sohibul di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019).

Sohibul enggan menjawab secara jelas kapan PKS akan membayar ganti rugi tersebut. Ia menyerahkan persoalan hukum tersebut kepada kuasa hukum. “Nanti tanya lawyer saya saja,” kata dia.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *